April 11, 2026

Alirkan Berkah Nuzulul Qur’an : Kepala MAN Sawahlunto Lepas Pasukan Muhibbah OSIM MANSA Berbagi 1000 Takjil

motion_photo_1125330717876164247

Sawahlunto, Suara Anak Negeri-Jumat, 06 Maret 2026,

Di halaman MAN Kota Sawahlunto, suasana justru memadat oleh energi yang kontras dengan dinginnya cuaca. Di halaman madrasah sebuah prosesi spiritual dan kemanusiaan tengah ditenun. Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, berdiri tegak dengan wibawa yang tenang. Di sampingnya Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Syafri Ervandi, mendampingi dengan tatapan penuh kebanggaan menatap barisan pemuda-pemudi pilihan: Pasukan Muhibbah OSIM MAN Kota Sawahlunto.

Momentum ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Pelepasan pasukan ini merupakan refleksi dari peringatan Nuzulul Qur’an. Jika berabad-abad silam wahyu turun untuk menerangi gelapnya jahiliyah, maka sore itu, para siswa MAN Kota Sawahlunto mencoba menerjemahkan ayat-ayat Tuhan menjadi butiran kebaikan nyata melalui 1000 paket takjil.

“Hujan ini adalah rahmat, sebagaimana Al-Qur’an adalah rahmat bagi semesta,” ujar Dafril Tuanku Bandaro dalam petuahnya yang sarat makna. Dafril melepas pasukan dengan narasi yang menggetarkan sanubari, menekankan bahwa tangan yang memberi di saat sulit memiliki derajat yang lebih tinggi di sisi Sang Khalik.

Sebanyak 10 kelompok pengurus OSIM telah bersiap dengan perlengkapan tempur kemanusiaan mereka. Meski seragam mulai lembap oleh percikan air dan aspal jalanan mengalirkan arus yang deras, semangat mereka tak luruh barang sedikit pun.

“Kami tidak sedang sekadar berbagi makanan, kami sedang membagikan kebahagiaan dan bukti bahwa pemuda madrasah ada untuk masyarakat,” bisik Syifa ketua OSIM MAN Kota Sawahlunto di sela deru hujan.

Pelepasan ini menjadi simbol kemenangan tekad atas keadaan. Kota Sawahlunto saksi bisu bagaimana Jumat Berkah tetap bergulir meski alam sedang menguji. Butir-butir air hujan yang jatuh seolah menjadi saksi bisu atas langkah-langkah kaki muda yang lincah bergerak membawa kotak-kotak takjil dengan menebar senyum.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: DTB