KAMIS 27/11/2025
Pekan Bisa XXXIV (H)
– Daniel 6:12-28
– Lukas 21:20-28
———-
Kemarin terlambat membagi renungan harian karena sejak malam menjalani puasa untuk pemeriksaan laboratorium paginya (kemarin pagi). Periksa darah untuk mengecek keadaan diri yang sudah umur 61 tahun 24 hari ini.
Setelah mengambil darah & hasilnya banyak yang terjadi gangguan. Itu semua akibat dari makan – minum sembarangan (tidak sadar umur), tidur tidak teratur, kurang olah raga, hidup kurang disiplin diri & banyak hal lainnya.
Intinya hidup disiplin, tahu mengatur hidup dengan baik, maka hidup menjadi sehat jasmani – rohani, bahagia & selamat. Dengan kata lain: orang hanya sehat, bahagia & selamat dari segala bahaya bila hidup jasmani – rohani baik.
Daniel (dalam bacaan pertama: 6:12-28) selamat dari mulut singa lapar karena ia tidak mencemarkan diri dengan makanan haram milik dewa kafir & ia memelihara imannya dengan setia.
Demikian pula dalam Injil hari ini (baca Lukas 21:20-28) dikatakan bahwa Kota Suci Yerusalem akan dikepung oleh bangsa asing & dihancurkan. Orang yang tidak taat akan ikut binasa, tetapi orang yang taat (artinya hidup baik) akan selamat di pegunungan.
Apa yang kita bisa belajar dari kisah-kisah di atas? Diri kita sendiri adalah gambaran dari hidup bersama & bahkan hidup di tengah semesta. Kalau kita hidup tidak disiplin (tidak teratur) & sakit maka mengatur hidup sendiri dengan baik itu menjadi mutlak.
Demikian pula bila hidup bersama penuh masalah, bahkan masalah yang mengancam, maka hidup akan baik bila ada ketertiban bersama. Daniel selamat dari mulut singa lapar karena ia tertib hidupnya secara jasmani & rohani.
Orang-orang yang selamat dari runtuhnya Kota Suci Yerusalem adalah orang-orang yang sehat secara jasmani & rohani. Itu artinya: bahagia & selamat atau tidak itu tergantung dari diri sendiri, bukan dari orang lain. Amin.
P. Felix Amias MSC
KAMPUNG DURI SELATAN
Kec. Tambora – Jakarta Barat
Thursday, November 27, 2025