April 14, 2026

Paramadina Center For Religion and Philosophy (PCRP) Universitas Paramadina, bekerjasama dengan Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) mengundang bapak/ibu dalam diskusi BERAGAMA DAN BERFILAAFAT DI ERA AI dengan tema:

TEMA #3: “DUA WAJAH KECERDASAN BUATAN. Antara Janji Transendensi dan Ancaman Kehancuran”

šŸ—“Hari : Jumat, 25 Juli 2025
ā°Pukul : 19.00 – 21.00 WIB

Link Zoom: https://zoom.us/j/2988408584?omn=95020312790

Meeting ID: 298 840 8584

NARASUMBER:
DR. BUDHY MUNAWAR RACHMAN (Direktur PCRP/Dosen STF Driyarkara)

MODERATOR:
KHOIROTUN NISAK (PCRP)

Sinopsis Kelas

Pertanyaan kita zaman sekarang, bukan sekadar: apakah AI akan membunuh kita atau menyelamatkan kita? Tetapi juga: bagaimana kita memahami peran teknologi dalam hidup manusia? Apakah kita masih punya kendali? Apakah kecerdasan buatan adalah cermin yang memantulkan kembali sifat terdalam manusia—baik aspirasi maupun kegelapan kita?

Membahas AI bukan lagi soal teknis belaka. Ia telah menjelma menjadi persoalan filosofis, teologis, dan politis. Karena itu, dalam diskusi tentang filsafat AI kali ini kita akan memahami perdebatan Ray Kurzweil dan Geoffrey Hinton. Kurzweil dan Hinton adalah dua kutub dalam menyelami pertarungan gagasan tentang masa depan manusia itu sendiri.

Dua tokoh ini, Kurzweil dan Hinton, adalah representasi dari wajah ganda AI—yang satu memandangnya sebagai penyelamat, yang lain melihatnya sebagai bahaya laten yang bisa menghancurkan umat manusia. Di sinilah letak urgensi untuk menggali lebih dalam perdebatan ini: karena keduanya tidak berbicara dari pinggiran, melainkan dari pusat kekuatan pengetahuan dan praktik AI itu sendiri.

Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Carl Gustav Jung, ā€œTeknologi yang paling berbahaya adalah teknologi yang kita tidak pahami namun kita percayai sepenuhnya.ā€ AI adalah teknologi jenis ini.”

Maka sebelum kita menyerahkan masa depan kita pada AI, kita harus terlebih dahulu memahami dan menghadapinya secara kritis.