April 11, 2026
95301125-672d-4339-b049-59faf57f19f2_11zon

Rizal Tanjung

Kita hidup
di hari-hari yang sering mati lampu
di kepala penuh tagihan, kecewa,
dan pesan “kamu kuat kan?”
yang kadang lebih berat dari kenyataan

kita berjalan
meski hati remuk kayak kaca jatuh ke aspal
meski dunia scroll ke bawah
sementara hidup kita stuck di luka yang sama

gelap itu bukan cuma malam
gelap itu saat doa terasa centang biru
tapi tak kunjung dibalas langit

gelap itu saat senyum dipaksa upload
padahal hati error total

tapi kita tetap jalan

pelan
tertatih
kadang sambil nangis diam-diam di kamar

karena berhenti bukan opsi
karena menyerah terlalu mahal
karena hidup—
meski kejam—
masih ingin kita peluk

kita bangun setiap pagi
bukan karena kuat
tapi karena masih bernapas

dan bernapas artinya bertarung lagi

kita minum kopi pahit
kayak nasib
dan belajar menerima
bahwa manis tak selalu datang cepat

kita pernah jatuh sedalam-dalamnya
sampai merasa jadi beban dunia

tapi anehnya
dari dasar itu
kita justru belajar berdiri

luka-luka berubah jadi guru
air mata jadi bahasa paling jujur
tentang betapa kita ingin bertahan

kadang hidup nendang tanpa aba-aba
hari ini tertawa
besok kehilangan

hari ini berharap
besok dikecewakan

tapi kita masih di sini

masih melangkah
meski kaki gemetar
meski dada sesak
meski masa depan kelihatan buram

kita berjalan
karena ada orang yang kita cintai
karena ada mimpi yang belum sempat jadi nyata
karena ada versi diri kita yang pantas bahagia

kita belajar kuat
bukan dari motivasi
tapi dari keterpaksaan

dari kenyataan yang tak memberi pilihan
selain maju

dan tahu tidak?
itu justru membuat kita luar biasa

kita mungkin tidak bersinar hari ini
tapi kita tidak padam

kita mungkin jatuh berkali-kali
tapi tidak tinggal di tanah

kita mungkin lelah
tapi tetap melangkah

sebab keberanian
bukan tidak takut
melainkan berjalan meski takut

dan harapan
bukan cahaya besar di ujung dunia
kadang cuma bisikan kecil:

“bertahan sedikit lagi”

jadi meskipun gelap
meskipun berat
meskipun dunia terasa tidak adil

kita tetap berjalan demi hidup

karena setiap langkah adalah bukti
bahwa kita belum kalah

dan selama kita masih melangkah—
gelap tidak pernah menang.

—-
Sumatera Barat, 2026.