Dari Studio Radio ke Hati Pendengar: Khadijah Nurul Huda Sampaikan Dakwah dan Promosikan PMB MANSA
SAWAHLUNTO (Humas) Kamis 5 Maret 2026, udara Kota Sawahlunto terasa lebih teduh dari biasanya. Dari ruang siaran Radio Sawahlunto FM 99 Mhz, sebuah suara muda kembali mengalun lembut menembus gelombang udara, menyapa rumah-rumah warga, warung kopi, kendaraan yang melintas, hingga hati para pendengar yang setia.
Hari itu adalah hari keempat rangkaian siaran religi yang melibatkan siswi-siswi MAN Kota Sawahlunto. Setelah hari-hari sebelumnya diisi oleh para dai muda dari madrasah kebanggaan kota itu, kini giliran Khadijah Nurul Huda yang mengambil tempat di depan mikrofon seorang siswi yang juga dikenal sebagai Qori’ah MANSA dengan suara tilawah yang merdu.
Berbeda dengan kegugupan yang kadang menyelimuti siaran pertama para pelajar, Khadijah tampil lebih rileks. Tutur katanya mengalir tenang, santai namun tetap fasih. Suaranya tidak hanya terdengar, tetapi terasa. Seolah-olah ia tidak sedang berbicara dari ruang studio, melainkan duduk di ruang tamu setiap pendengar.
Tema yang ia angkat sederhana namun menggugah: “Peduli Dunia Tapi Lupa dengan Akhirat.”
Dengan gaya ceramah yang lembut, Khadijah mengajak para pendengar merenung tentang kehidupan yang sering kali terlalu sibuk mengejar dunia. Ia menggambarkan bagaimana manusia hari ini begitu peduli pada pekerjaan, harta, jabatan, dan berbagai kesibukan yang memadati hari-hari, namun terkadang lalai menyiapkan bekal menuju kehidupan yang abadi.
“Dunia ini penting,” ujar Khadijah dengan suara yang tenang, “tetapi jangan sampai dunia membuat kita lupa bahwa ada kehidupan yang jauh lebih panjang setelahnya.”
Khadijah tidak menyampaikan ceramah dengan nada menggurui. Ia justru merangkai pesan dengan bahasa yang ringan namun menyentuh. Sesekali ia menyelipkan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakannya dengan tartil yang indah — sebuah kelebihan yang memang telah lama dikenal dari dirinya sebagai qori’ah muda MANSA.
Gelombang radio sore itu seakan berubah menjadi ruang perenungan. Bukan hanya dakwah, tetapi juga pengingat bahwa hidup harus seimbang: bekerja untuk dunia, namun tetap menanam amal untuk akhirat.
Menjelang akhir siaran, Khadijah menutup ceramahnya dengan pesan yang hangat. Dengan penuh kebanggaan ia turut memperkenalkan Penerimaan Murid Baru MAN Kota Sawahlunto Tahun Pelajaran 2026/2027 kepada para pendengar.
Ia mengajak para siswa dan orang tua di Sawahlunto dan sekitarnya untuk menjadikan MANSA sebagai pilihan pendidikan yang tidak hanya menumbuhkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membina akhlak, iman, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Siaran sore itu sekaligus menjadi bukti bahwa kerja sama antara MAN Kota Sawahlunto dan Radio Sawahlunto FM semakin terjalin erat. Gelombang radio kini bukan hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda, tempat para pelajar belajar berbicara, berdakwah, dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor: DTB