DEKATKAN MADRASAH DENGAN UMAT: KEPALA MAN SAWAHLUNTO LAKUKAN KUNJUNGAN SUBUH, BERBAGI KAJIAN HIKMAH RAMADHAN
Sawahlunto — Upaya mendekatkan madrasah dengan umat kembali diwujudkan oleh Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril, Tuanku Bandaro, melalui kegiatan Kunjungan Subuh yang dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026 M bertepatan dengan 03 Ramadhan 1447 H.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Mujahidin Kolok Mudik, Kecamatan Barangin, Sawahlunto tersebut dihadiri sekitar 85 jamaah yang terdiri dari tokoh masyarakat, orang tua, pemuda, dan generasi muda setempat. Suasana Subuh yang khusyuk terasa semakin bermakna ketika jamaah menyimak tausiyah yang disampaikan dengan penuh ketenangan dan kedalaman refleksi.
Berbagi Hikmah Ramadhan
Dalam tausiyahnya selepas shalat Subuh berjamaah, Dafril, Tuanku Bandaro mengangkat tema tentang keutamaan dan hikmah shalat tahajjud. Ia menegaskan bahwa tahajjud merupakan ibadah istimewa yang membentuk kekuatan spiritual, kedisiplinan, dan keteguhan karakter.
“Tahajjud adalah madrasah sunyi yang melatih keikhlasan dan kedekatan seorang hamba dengan Allah. Dari tahajjud lahir pribadi yang kuat secara ruhani dan matang secara emosional,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa di sepertiga malam terakhir, ketika sebagian besar manusia terlelap, seorang mukmin yang bangkit untuk tahajjud sedang membangun dialog batin yang paling jujur dengan Tuhannya. Dalam kesunyian itu, doa dipanjatkan tanpa riya’, air mata jatuh tanpa saksi, dan harapan disematkan dengan penuh kepasrahan. Kebiasaan tahajjud, menurutnya, bukan hanya memperkuat hubungan vertikal kepada Allah, tetapi juga melahirkan ketenangan jiwa yang berdampak pada akhlak dan perilaku sosial.
Lebih jauh, ia mengaitkan tahajjud dengan dunia pendidikan. Generasi yang dibiasakan bangun malam untuk bermunajat akan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, tangguh, dan berdaya juang tinggi. “Jika tahajjud menjadi budaya, maka karakter unggul akan menjadi hasilnya,” tambahnya.
Menurutnya, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk membangun kebiasaan ibadah yang berdampak panjang dalam kehidupan. Puasa mendidik pengendalian diri, sedangkan tahajjud memperkuat fondasi spiritual. Nilai-nilai tersebut menjadi ruh pendidikan di MAN Kota Sawahlunto.
Pererat Silaturrahmi dan Promosikan Madrasah
Kegiatan Kunjungan Subuh ini bertujuan mempererat silaturrahmi antara madrasah dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan program unggulan MAN Kota Sawahlunto kepada calon peserta didik dan orang tua.
Dalam kesempatan tersebut, Dafril menyampaikan bahwa MAN Kota Sawahlunto akan segera membuka Penerimaan Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan beberapa jalur pendaftaran, yaitu:
Jalur Prestasi (akademik dan non-akademik)
Jalur Afirmasi
Jalur Tahfidz
Jalur Reguler
Ia mengajak masyarakat untuk mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada MAN Kota Sawahlunto.
“Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan yang unggul dalam akademik, kuat dalam karakter, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman. Mari daftarkan buah hati Bapak dan Ibu ke MAN Kota Sawahlunto,” ajaknya.
Madrasah Hadir di Tengah Umat
Kehadiran Kepala Madrasah dalam saf Subuh menjadi simbol bahwa madrasah tidak boleh berjarak dari masyarakat. Pendidikan harus hadir langsung di tengah umat, membangun sinergi antara masjid, keluarga, dan lembaga pendidikan.
Dari saf-saf Subuh di Kolok Mudik itu, tersirat pesan kuat bahwa kebangkitan generasi dimulai dari kebangkitan ruhani. Dan kebangkitan ruhani sering kali bermula dari langkah kecil—bangun di sepertiga malam, menegakkan tahajjud, lalu menata hari dengan iman dan ilmu.
Dengan semangat Ramadhan, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan antara MAN Kota Sawahlunto dan masyarakat, serta melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing di masa depan.