Doa Kulit Pisang
Yusufachmad Bilintention
Untuk Teman Saya Russel Benard
Russel makan siang: dua pisang,
doa sederhana yang tak pernah selesai.
Mahasiswa lain—mobil berderu,
kemeja berkibar, tawa pecah di udara.
Ia diam, sepi menempel di tubuhnya
seperti bayangan yang enggan pergi.
Kulit pisang jatuh ke tanah,
tanah meneguknya perlahan,
luka bumi sembuh dengan sabar.
Kulit itu menjelma pupuk, obat, umur panjang—
yang dibuang justru bertahan,
yang diremehkan justru memberi kehidupan.
Senja menutup mata,
langit merona jingga seperti wajah yang berdoa.
Pisang menjadi mantra,
buah kecil yang mengajarkan:
bahwa sisa pun bisa menjadi cahaya,
bahwa fana pun menumbuhkan abadi.
Surabaya, 9 April 2026
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly