April 11, 2026

Filsafat dan Rasionalisasi – Mereka berpikir Rocky Gerung (RG) sedang berfilsafat….?

Berfilsafat itu mencari makna terdalam suatu hal dengan premis-premis yang terus diuji lewat pengalaman faktual manusia.

Rasionalisasi itu mencari pembenaran atas hal-hal yang dilakukan, entah benar atau salah, melalui olah akal dan kata-kata yang seolah-olah benar.

Berfilsafat itu melalui proses perenungan yang dalam atas sebuah peristiwa untuk menemukan kebermaknaannya bagi diri sendiri dan orang lain. Di sini akal budi yang berperan.

Rasionalisasi itu melalui proses silat lidah yang ruwet untuk memaksakan kebenaran atas sebuah peristiwa. Di sini ego yang bermain.

Berfilsafat itu didasari ketulusan hati untuk menunjukkan keluhuran hidup manusia.

Rasionalisasi didasari oleh nafsu (kebencian, konflik) untuk menunjukkan bahwa itu benar.

Saudara, RG itu bukan berfilsafat. Dia sedang berasionalisasi. RG itu sebelas duabelas dengan AB, hanya yang terakhir suka melet melet lidah ketika bersilat lidah untuk pembenaran-pembenarannya.

Filsafat itu “a way of thinking”, cara berpikir yang bagaimana? Cara berpikir filsafati itu runtut, koheren dan sistematis. Cara berpikir seperti itu yang menghasilkan pemikiran-pemikiran yang teruji dari jaman ke jaman. Itulah sebabnya filsafat dianggap sebagai ‘mother of science’ karena mempengaruhi logika-logika berpikir keilmuan lainnya.

Sebut saja filsafat Stoikisme yang sering disamakan dengan filsafat hidup bahagia. filsafat stoikisme mengajak kita untuk hidup realistis, membaca diri, antisipasi diri, dan mengevaluasi diri.

Secara umum, stoikisme dipahami sebagai aliran filsafat yang berpandangan bahwa manusia harus mampu mengontrol emosinya agar bisa bersyukur atas kehidupan di alam semesta ini.

Penganut stoikisme percaya bahwa setiap orang memiliki sumber daya batin yang dibutuhkan untuk berkembang. Dengan sumber daya tersebut, penganut stoikisme dapat menghilangkan emosi yang beracun dan menggantikannya dengan emosi yang baik dan positif. Manusia tidak dilahirkan dalam kondisi rusak, tetapi telah dilengkapi dengan sumber daya yang mumpuni untuk itu.

Filsafat Stoikisme ini termasuk pemikiran yang tua dan lama bertahan bahkan relevan untuk kehidupan jaman ini. Mengapa menarik dan relevan? Karena pemikirannya yang sistematis, koheren dan runtut sehingga memudahkan orang untuk merefleksikannya kembali dalam setiap konteks jamannya.

Nah, sengaja saya mengupas secara singkat filsafat stoikisme ini, karena relevan dengan eksistensi RG dalam konteks ini.

Rocky tidak sedang berfilsafat. Dia sedang mengungkapkan emosi tanpa control dengan pembenaran-pembenaran akal yang membabi buta. Lihat saja diksi-diksi yang dipilih orang ini dalam setiap berargumen. Isinya penuh dengan nuansa emosi kebencian. Cara berpikirnya melawan cara berpikir filsafati sehingga saya heran kenapa orang banyak menganggap dia sedang berfilsafat. Jangankan sistematis, cara berpikir orang ini memenuhi unsur logical fallacy. Error!

Negara harus lebih tegas dalam kasus terakhir RG yg menghina Presiden (mau jabatan, mau pribadi kek itukan rasionalisasi gerung).
RG menunjukkan perkataan-perkataan kosong minus akhlak yang hanya bisa memprovokasi orang-orang yang benci.
Semoga kali hukum menyentuhnya. Kalau tidak, saya sudah mencium aroma pengadilan jalanan yang akan bermain. Ya, demi keselamatan dia juga dan Hukum di Indonesia.

Saya sarankan agar Rocky Gerung belajar merenungkan filsafat Stoikisme ini dalam penjara nanti agar mendapatkan hidayah baru sebagai manusia.

 

Rudi Thamrin