April 3, 2026

GBI Milos Saumlaki Gelar Ibadah Minggu: Pesan Damai dan Pengharapan di Tengah Krisis

Oleh: joko

Pdt. Heberth Wahilaitwan: Lebih Baik Kehilangan Duniawi daripada Kehilangan Tuhan, Pesan Rohani dari Saumlaki: Jangan Takut, Sebab Tuhan Menyertai, Kisah Yefta dan Makna Kehidupan menjadi Renungan Ibadah Minggu di GBI Milos

Ibadah Minggu penuh sukacita, diwarnai khotbah mendalam dan perjamuan kudus, Firman Tuhan mengingatkan jemaat untuk melihat diri sebagai ciptaan yang mulia dan menjadi cermin iman dalam menghadapi krisis bangsa dan dunia

http://suaraanaknegerinews.com | Minggu, 7 September 2025, jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (Milos) Saumlaki berkumpul di gedung gereja di Jalan Ir. Soekarno, belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Ibadah umum dipandu oleh Evangelis Haris Boritnaban, S.Th., yang membuka suasana dengan pujian dan penyembahan penuh syukur. Lagu-lagu seperti I Love You Lord, From the Moment, hingga All My Life mengalun mengisi ruang, membawa jemaat masuk dalam kekhusyukan.

Lirik rohani yang dibawakan mengingatkan jemaat akan kasih dan rahmat Tuhan yang abadi. “Dalam segala keadaan, Yesus tetap menjadi harapan dan sumber damai,” demikian ungkapan yang dirasakan banyak jemaat.

Khotbah: Jangan Takut, Sebab Tuhan Menyertai

Gembala Sidang, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, menyampaikan khotbah yang berakar pada Kitab Yesaya 43:4-5. Ia menyoroti situasi bangsa dan dunia yang diliputi krisis, termasuk konflik global, inflasi, dan demonstrasi sosial yang mengguncang stabilitas.

“Seluruh kehidupan bangsa dan negara mengalami krisis. Namun, firman Tuhan berkata: Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau. Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau,” ujar Pdt. Wahilaitwan.

Ia menegaskan bahwa setiap orang percaya adalah anak Tuhan, bukan budak dosa. “Lebih baik kehilangan duniawi daripada kehilangan Tuhan. Di hadapan Allah, kita adalah pewaris Kerajaan Surga,” tegasnya.

Kisah Yefta: Dari Penolakan Menjadi Pemimpin

Dalam khotbahnya, Pdt. Wahilaitwan juga mengulas kisah Yefta dari Kitab Hakim-Hakim 11. Meski berasal dari latar belakang keluarga yang dipandang rendah, Yefta dipakai Tuhan untuk memimpin Israel mengalahkan bangsa Amon.

“Kisah Yefta adalah bukti bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja, sekalipun dunia menolak. Yang penting bukan kekuatan manusia, melainkan kekuatan Tuhan,” katanya.

Ia menambahkan, manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Kejadian 1:26). “Lihatlah diri di cermin, bersyukurlah karena Tuhan menciptakan kita dengan sempurna. Jangan menukar kemuliaan itu dengan hal-hal duniawi,” ajaknya.

Perjamuan Kudus dan Persembahan

Setelah khotbah, jemaat bersama-sama mengikuti perjamuan kudus dengan penuh penghayatan, diiringi lagu Jiwaku Sucilah. Suasana syukur semakin terasa ketika persembahan dinaikkan dengan pujian Hatiku Limpah dengan Syukur.

Informasi Jemaat dan Agenda Pelayanan

Sekretaris jemaat, Ibu Joice Jhulia Romroma, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pdt. Wahilaitwan, para pelayan gereja, serta jemaat yang hadir. Ia juga menyampaikan agenda pelayanan, di antaranya:

  • Selasa: Menara Doa di gereja (19.00 WIT)
  • Rabu: Ibadah WGBI di rumah Ibu Ani (19.00 WIT)
  • Kamis: Kringan MBT di gereja (19.00 WIT)
  • Jumat: Latihan musik di gereja (18.00 WIT)
  • Sabtu: Doa puasa di rumah masing-masing, ditutup di gereja (16.00 WIT)
  • Minggu sore: Ibadah pemuda di Taman Kota (18.00 WIT)
  • Senin: Rapat panitia pembangunan di gereja (19.00 WIT)

    0-0x0-0-0#

Sukacita dalam Kebersamaan

Ibadah ditutup dengan doa berkat dan damai sejahtera oleh Gembala Sidang, diiringi lagu penutup Haleluya. Jemaat pulang dengan sukacita, saling berjabat tangan, ramah tamah, serta menikmati hidangan ringan sembari berfoto bersama.

Suasana kekeluargaan itu menegaskan satu hal: ibadah bukan sekadar ritual, tetapi perjumpaan yang memberi kekuatan baru dalam menghadapi musim kehidupan.