April 16, 2026
Copilot_20260412_070829

Yusufachmad Bilintentio

Krupuk bulat, lingkar kecil,
seperti cakra semesta yang terus berputar.
Putihnya rapuh, namun menyimpan daya,
wadah merah hati menjelma altar sunyi.

Setiap gigitan adalah renungan,
bahagia dan duka hadir sebagai guru.
Tahu bercampur sambal kecap,
ramuan rasa kehidupan:
manis yang menenteramkan, pedas yang membangunkan,
pahit yang meneguhkan, asin yang menyadarkan.

Ayah melepas sepeda demi masa depan,
ibu menambal kudung meski koyak.
Adik-adik menapak jalan sekolah,
sementara aku termenung,
menyadari krupuk bukan sekadar pangan,
melainkan lingkar takdir yang mengajarkan pasrah.

Seperti ular melingkari dirinya sendiri,
seperti besi yang menua dalam diam,
hidup berputar dalam lingkaran yang sama,
mengulang rasa, mengulang cerita,
namun selalu menyisakan hikmah baru.

Krupuk dan sambal kecap adalah filsafat sederhana:
renyah yang pecah di lidah,
pekat yang menetap di jiwa.
Fana namun berkesan,
dan setiap lingkaran adalah doa
yang bergema tanpa henti,
tak pernah selesai diucapkan.

Surabaya, 12 April 2026

Untuk tulisan lain silahkan buka:

https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=enĀ 
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211

Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly