MAN Kota Sawahlunto Salurkan Zakat Fitrah kepada Siswa dan GTK Honorer sebagai Wujud Kepedulian Sesama.
SAWAHLUNTO (Humas) 13 Maret 2026 Harmoni kemanusiaan baru saja dilantunkan. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto tidak sekadar menjalankan rutinitas kalender Hijriah mereka sedang merajut kembali serat-serat kasih yang sempat renggang oleh hiruk-pikuk duniawi melalui prosesi pembagian Zakat Fitrah.
Suasana haru menyelimuti Aula Mushallah An-Nur MAN Kota Sawahlunto saat seluruh siswa dan Tenaga Pendidik serta Kependidikan (GTK) berkumpul dalam satu barisan yang rapat. Bukan sekadar barisan fisik, melainkan barisan hati yang bersiap menyaksikan momen penyucian diri.
Ketua Amil Zakat MAN Kota Sawahlunto, Husein Al Haves berdiri dengan penuh wibawa namun rendah hati. Di tangannya, amanah umat tersimpan. Dengan gerakan yang penuh takzim, Husein membagikan zakat fitrah kepada 8 Orang siswa yang berhak, serta kepada 8 Orang GTK Honorer dan paruh waktu yang selama ini menjadi tiang-tiang penyangga pendidikan di madrasah tersebut.
“Zakat ini bukan sekadar perpindahan materi dari satu tangan ke tangan lain. Ia adalah jembatan cahaya yang membersihkan jiwa pemberi dan memuliakan hati penerima,” ujar Husein Al Haves dalam sela-sela kegiatannya.
Di sisi sang Amil hadir Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro. Kehadirannya bukan hanya sebagai formalitas pimpinan, melainkan sebagai sosok ayah yang memastikan setiap butir beras dan rupiah yang tersalurkan membawa keberkahan bagi keluarga besar madrasah.
Senyum tulus merekah dari wajah para penerima. Bagi siswa, ini adalah pelajaran nyata tentang filantropi Islam. Bagi para GTK honorer dan tenaga paruh waktu, ini adalah bentuk pengakuan bahwa dedikasi mereka adalah ibadah yang senantiasa dihargai oleh semesta dan sesama.
Kegiatan ini ditutup dengan doa yang mengangkasa, memohon agar puasa yang dijalani sebulan penuh sempurna dengan tertunaikannya hak-hak kaum dhuafa. Siang itu menjadi saksi bahwa di MAN Kota Sawahlunto, pendidikan bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan soal rasa di dalam dada.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB