Harapan Baru dari BPI untuk Pencari Kerja Tanimbar
Pelatihan Kerja Jadi Harapan Baru
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Suasana di Kantor BPI Cabang Kepulauan Tanimbar, Jalan Ir. Soekarno, Sifnana, Saumlaki, Sabtu (23/5/2026), tampak sejumlah warga yang datang membawa harapan baru. Di tengah sulitnya lapangan pekerjaan, program pelatihan tenaga kerja yang dibuka BPI menjadi secercah peluang bagi masyarakat pencari kerja di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Salah satunya datang dari seorang ibu rumah tangga berusia 34 tahun yang berdomisili di Saumlaki. Perempuan yang memilih bidang pelatihan Food Inspector itu mengaku mengetahui informasi pendaftaran melalui teman-temannya. “Informasi pertama saya dapat dari teman-teman di sini,” ujarnya saat diwawancarai media ini.
Lama Mencari Kerja
Ia mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena ingin memperoleh pekerjaan yang lebih baik setelah sekian lama mengalami kesulitan mencari kerja.
“Intinya mencari kerja, walaupun hari libur, karena sudah lama mencari-cari pekerjaan tetapi belum dapat,” katanya.
Sebelumnya, ia mengaku hanya bekerja di warung makan untuk membantu kebutuhan keluarga sehari-hari. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat dirinya berharap besar pada program pelatihan tersebut. “Di kampung sekarang cukup sulit untuk mencari pekerjaan,” ungkapnya pelan.
Meski proses administrasi belum sepenuhnya selesai karena bertepatan dengan hari libur, dirinya mengaku dilayani dan telah menerima formulir yang akan dilanjutkan prosesnya pada hari kerja berikutnya. “Prosesnya tidak sulit,” katanya.
Sertifikat Jadi Harapan
Baginya, program pelatihan yang diselenggarakan BPI memberi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan lapangan pekerjaan.
“Dengan adanya BPI kami bersyukur,” ujarnya.
Ia juga menilai proses pendaftaran berlangsung terbuka dan transparan sehingga membuat masyarakat semakin percaya terhadap program tersebut. “Proses pendaftaran ini berjalan transparan. Saya yakin dengan program ini,” tuturnya.
Harapan terbesar perempuan itu adalah memperoleh sertifikat pelatihan yang nantinya dapat menjadi bekal untuk melamar pekerjaan, khususnya di sektor minyak dan gas. “Kami yakin dengan sertifikat BPI kami bisa mendapat pekerjaan di perusahaan migas,” katanya.
Menurutnya, keberadaan program pelatihan seperti ini sangat penting untuk membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. “Kami melihat dengan adanya BPI pasti pengangguran di Tanimbar akan berkurang,” ujarnya.
Harapan untuk Pemerintah Daerah
Ia pun berharap pemerintah daerah juga turut membantu membuka lebih banyak peluang kerja, terutama di sektor migas yang selama ini menjadi harapan banyak warga pencari kerja. “Pesan saya supaya Bapak Bupati juga bisa membantu membuka lapangan pekerjaan migas di kabupaten supaya kita bisa bekerja,” katanya penuh harap.
Cerita Serupa dari Maria Reslanit
Harapan yang hampir sama juga disampaikan Maria E. Reslanit, warga asal Desa Seira yang kini berdomisili di Saumlaki. Perempuan berusia 36 tahun itu mengaku sebelumnya bekerja sebagai tenaga honorer di sekolah.
Maria mengatakan dirinya mengetahui program pelatihan tersebut dari teman-temannya dan langsung tertarik mendaftar karena melihat peluang kerja yang bisa terbuka setelah mengikuti pelatihan. “Intinya mencari kerja, karena sudah lama mencari-cari pekerjaan,” ujarnya.
Ia memilih bidang Food Inspector karena sesuai dengan minat dan pengalaman kerja yang pernah dijalani sebelumnya. “Bidang ini sesuai hobi,” katanya.
Transparansi dan Asa Baru
Seperti peserta lainnya, Maria juga mengaku proses pendaftaran berjalan baik dan tidak menyulitkan masyarakat. “Saat ini libur, tapi dilayani, prosesnya tidak sulit dan berjalan transparan,” ucapnya.
Ia berharap sertifikat pelatihan yang diperoleh nantinya dapat membantu dirinya memperoleh pekerjaan tetap, khususnya di perusahaan migas. “Kami yakin dengan sertifikat ini bisa mendapat pekerjaan di perusahaan migas,” katanya.
Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sulit, Maria menaruh harapan besar agar program pelatihan kerja seperti ini terus dibuka bagi masyarakat Tanimbar. “Kondisi keluarga kami saat ini cukup sulit untuk mencari pekerjaan,” tuturnya menutup.(jk)