RD. Ponsianus Ongirwalu: Yang Menghalangi BPI Akan Berhadapan dengan Umat di Tanimbar
Gereja Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Program SDM BPI
http://suaraanaknegerinews.com | Olilit Barat – Wakil Uskup Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, RD. Ponsianus Ongirwalu, menegaskan siapa pun yang menghalangi program PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) akan berhadapan dengan umat di Tanimbar. Pernyataan itu disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi Manajemen BPI di Pastoran Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Minggu (24/5/2026).
Menurut RD. Ponsianus, program pengembangan sumber daya manusia yang dijalankan BPI bukan sekadar program biasa, melainkan bagian dari perjuangan menyiapkan masa depan generasi muda Tanimbar menghadapi hadirnya proyek strategis nasional Blok Masela. “Siapapun yang bertentangan dengan BPI maka dia akan berhadapan dengan umat,” tegas RD. Ponsianus Ongirwalu.
Ia menilai kehadiran BPI membawa harapan baru bagi masyarakat lokal agar tidak menjadi penonton di tanah sendiri ketika industri migas mulai berkembang di wilayah tersebut. “Kehadiran Blok Masela bukan berarti kami menjadi asing di negeri kami sendiri. Budaya kami tidak boleh hancur, iman kami juga tidak boleh hancur,” ujarnya.
Dukungan “200 Persen” dari Gereja
Dalam suasana pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu, Wakil Uskup bahkan menyatakan dukungan total terhadap seluruh program pengembangan SDM yang dijalankan BPI. “Kami bukan mendukung seratus persen, tetapi dua ratus persen,” katanya.
RD. Ponsianus mengungkapkan, Gereja memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan generasi muda Tanimbar memperoleh kesempatan yang layak dalam menghadapi perubahan besar akibat masuknya investasi migas.
Menurutnya, Gereja tidak ingin masyarakat lokal tersingkir akibat ketidaksiapan sumber daya manusia. “Kalau ada yang mengganggu BPI, berarti mengganggu masa depan umat dan anak cucu kami,” tegasnya lagi.
Ia juga menyebut Gereja memiliki kekuatan umat yang besar hingga ke seluruh wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya. “Ketika umat sejahtera, gereja juga sejahtera,” tandasnya.
BPI Jawab Keraguan Publik
Dalam kesempatan yang sama, pihak Manajemen BPI turut menjelaskan berbagai isu dan miskomunikasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait kehadiran perusahaan tersebut di Tanimbar.
Pihak manajemen mengakui terdapat tudingan yang menyebut BPI hanya menjadi modus untuk menggerogoti APBD daerah. Namun hal itu dibantah secara terbuka.
“Kalau ada hal-hal negatif, tanpa diberitahu pun kami kena hukum. Kami datang ke Tanimbar untuk melayani,” ujar pihak manajemen.
Mereka menegaskan bahwa fokus utama program BPI bukan sekadar mencetak tenaga kerja teknis, tetapi juga membangun karakter, disiplin, serta kepemimpinan generasi muda Tanimbar.
Pembinaan SDM dari Karakter hingga Sertifikasi Migas
Dalam pemaparannya, BPI menjelaskan bahwa sistem pembinaan dilakukan secara terintegrasi dan bertahap. Tahap awal dilakukan melalui pembinaan disiplin dan kerja sama bersama TNI. Selanjutnya peserta mendapatkan pembinaan karakter dasar bersama Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sementara untuk jenjang pimpinan seperti supervisor hingga manajer, disiapkan pelatihan leadership bersama UGM. “Kami tidak hanya membentuk tenaga kerja, tetapi juga membentuk mental dan karakter mereka,” jelas pihak manajemen.
Setelah itu, peserta akan mengikuti pelatihan teknis dan sertifikasi kompetensi sesuai kebutuhan industri migas, mulai dari pengelasan, kelistrikan, hingga standar keselamatan kerja.
Menyiapkan Anak Tanimbar Menjadi Tuan Rumah
BPI juga mengungkapkan telah menggandeng sejumlah kontraktor besar sektor migas nasional untuk membuka peluang kerja dan magang bagi anak-anak Tanimbar. Program tersebut diarahkan untuk membantu mengurangi angka pengangguran terbuka di daerah yang mencapai ribuan usia produktif.
Selain itu, perusahaan menegaskan komitmennya agar investasi yang masuk ke Tanimbar turut memberdayakan masyarakat lokal, termasuk pelaku usaha dan kontraktor daerah.
Di akhir pertemuan, pihak Gereja kembali menegaskan komitmennya untuk ikut mengawal program tersebut demi memastikan generasi muda Tanimbar benar-benar menjadi pihak utama yang menikmati manfaat pembangunan. “Kami mau anak-anak Tanimbar jangan jadi penonton di tanah sendiri,” tutup RD. Ponsianus Ongirwalu.(jk)