Peringati HAN, MAN Kota Sawahlunto Gelar Dua Lomba Inspiratif
SAWAHLUNTO, 23 Juli 2025 Di balik hijaunya perbukitan yang memeluk kota tua Sawahlunto, semangat anak-anak bangsa bergema dalam nada kebersamaan dan kreativitas. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto menyelenggarakan dua lomba inspiratif yang menggugah jiwa: Lomba menulis dan bercerita dan Lomba Pidato dengan Tema Hari Anak Nasional. Keduanya menjadi ruang untuk menyalakan api ekspresi serta menyuarakan hak dan harapan anak Indonesia.
Langit pagi tampak cerah ketika halaman MAN Kota Sawahlunto dipenuhi sorak semangat para siswa. Di tengah kesejukan udara pegunungan, para peserta dari berbagai kelas mulai menampilkan karya-karya terbaik mereka. Tema besar peringatan HAN tahun ini, “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, menjadi benang merah dalam setiap narasi dan bait yang diangkat.
Menyuarakan Harapan Lewat tulisan dan Kata, lomba ini menjadi panggung bagi siswa untuk menyampaikan pesan sosial dengan media kekinian. Melalui Tulisan yang sederhana di kertas mereka, para peserta berhasil meramu ide menjadi karya yang sarat makna. Ada yang mengangkat kisah tentang pentingnya pendidikan karakter, ada pula yang menyoroti isu perundungan, hingga semangat toleransi dan keberagaman di lingkungan madrasah.
Sementara itu, dalam Lomba pidato kata-kata menjadi senjata paling lembut yang menggetarkan. Di ruang lomba yang disulap menjadi panggung sastra, gema pidato karya siswa menggema seperti nyanyian jiwa.
Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi bentuk komitmen madrasah dalam mengedepankan pendidikan yang holistik dan berpihak pada anak.
“Anak-anak adalah lentera bangsa. Kita punya tanggung jawab bersama untuk menjaga nyala mereka agar tidak redup, apalagi padam,” ujarnya dengan suara penuh empati.
Ia juga berharap, kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dan terus dikembangkan agar menjangkau lebih banyak partisipasi serta memperkaya potensi siswa. Dan juga menyampaikan bahwa Acara yang dilaksanakan hari ini tidak lepas dari arahan Kakamenag Kota Sawahlunto H. Dedi Wandra
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Apa yang terjadi hari itu di MAN Kota Sawahlunto bukan hanya soal siapa yang menang, tapi tentang bagaimana anak-anak diberi ruang untuk berbicara, mencipta, dan merasakan bahwa suara mereka penting.
Di akhir kegiatan, para pemenang menerima piagam penghargaan dan bingkisan apresiasi. Namun hadiah sesungguhnya adalah kebanggaan atas karya yang mampu menyentuh hati dan menginspirasi banyak orang.
Penulis : Nofri Hendra
Editor. : DTB