April 11, 2026

Ramadan dan Denyut Taubat

era

Era Nurza

Hilal terbit di ufuk batin
membuka lembar sunyi penuh zikir
malam pertama bergetar oleh takbir
roh menanggalkan debu dunia
langkah memasuki taman rahmat

Puasa menyalakan bara sabar
lapar menjadi lonceng kesadaran
haus mengukir kalimat tauhid di kerongkongan
siang terbentang sebagai madrasah jiwa
iman tumbuh dari tanah pengorbanan

Di dada berdentang genderang taubat
setiap detak memanggil Asma-Mu
istighfar mengalir sebagai sungai nur
mengikis karat pada dinding hati
air mata menjelma mutiara pengakuan

Tarawih menegakkan tiang cahaya
ayat suci berpendar di lorong kalbu
rakaat panjang memecah kesombongan
sujud menanam benih takwa
cinta Ilahi bersemi dalam kefanaan

Takbir Id menggetarkan cakrawala
fitrah bangkit dari puing dosa
jiwa kembali pada pangkuan rahmat
Ramadan menutup pintu gelap
taubat berdenyut menuju keabadian

Padang, 7 Maret 2026

Serpih Nur di Jendela Hati
Era Nurza

Pada jendela hati lama berdebu
serpih nur mengetuk tanpa suara
Ia tak hadir sebagai kilat
melainkan cahaya kecil sabar menunggu pintu terbuka

Aku berdiri di ruang batin
pernah penuh bayang
Angin membawa nama-Mu pelan
menggeser tirai gelisah penutup pandangan

Setiap zikir menjadi embun
menempel di kaca jiwa retak
Perlahan bening merayap
menampakkan wajahku, rapuh namun tetap Kau jaga

Serpih nur tak menyilaukan
cukup menuntun langkah
Dari celahnya harapan tumbuh
berakar di tanah sabar lama kupelajari

Saat pagi menyentuh dinding dada
jendela itu tak lagi terkunci
Cahaya masuk tanpa paksaan
mengubah sunyi menjadi tenang
mengubah aku semakin pulang

Padang, 8 Maret 2026

Tentang Penulis

Edrawati, M.Pd., dikenal dengan nama pena Era Nurza, adalah penulis, penyair, dan pendidik. Ia telah menerbitkan beberapa buku tunggal serta terlibat dalam lebih dari 50an antologi fiksi dan nonfiksi. Aktivitas literasinya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga menjangkau berbagai negara seperti Australia, Turki, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Era Nurza aktif dalam sejumlah komunitas literasi, antara lain WPI, PERRUAS, WPM, PLS, Satu Pena, SAN, Media Guru, PPP, dan KISI. Melalui karya dan pendidikan, ia konsisten menumbuhkan minat baca dan menulis, khususnya di kalangan generasi muda.