Sakral dan Visioner: Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Qori Qori’ah Hafidz Hafidzhah Sumatera Barat Meneguhkan Khidmat Al-Qur;an sebagai Pilar Peradaban Berbasis Iman dan Intelektualitas
Padang, Suara Anak Negeri —Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baiturrahmah, Ahad (15 Februari 2026 M/27 Sya’ban 1447 H), ketika Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Qori Qori’ah Hafidz Hafidzhah (IPQAH) Sumatera Barat resmi digelar. Momentum sakral ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan peneguhan komitmen spiritual dan intelektual dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di Ranah Minang.
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPQAH, Prof. Dr. KH. Said Aqil Husein Al-Manawar, di hadapan ratusan qori, qori’ah, hafidz, hafidzhah, majelis ta’lim, jamaah yasinan se-Sumatera Barat, serta para tokoh masyarakat dan undangan terhormat.
Adapun Ketua Umum PW IPQAH Sumatera Barat yang dilantik adalah H. Fadly Amran, yang juga menjabat sebagai Fadly Amran. Turut mendampingi dalam kepengurusan,
Ketua Harian H. Syar’i Bin Sumin dan Sekretaris H. Yusran Lubis, beserta puluhan pengurus lainnya yang siap mengemban amanah khidmat Qur’ani untuk periode kepengurusan mendatang.
Menyatukan Spiritualitas dan Intelektualitas
Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua PW IPQAH Sumbar, H. Fadly Amran menegaskan bahwa IPQAH harus menjadi episentrum gerakan moral dan intelektual berbasis Al-Qur’an.
“IPQAH bukan hanya organisasi tilawah dan tahfizh. Ia adalah rumah besar peradaban. Dari sinilah lahir generasi yang tidak hanya fasih melantunkan ayat-ayat suci, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilainya dalam kebijakan, pendidikan, dan kehidupan sosial,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
H. Fadly mengajak seluruh qori dan qori’ah, hafidz dan hafidzhah, untuk tidak berhenti pada kemerduan suara dan kekuatan hafalan, melainkan menjadikan Al-Qur’an sebagai paradigma berpikir dan fondasi pembangunan karakter umat.
Wali Kota Padang itu juga berharap IPQAH Sumatera Barat mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius, beradab, dan berdaya saing.
“Kita ingin Sumatera Barat bukan hanya dikenal sebagai lumbung qori nasional, tetapi sebagai pelopor peradaban Qur’ani yang mencerahkan Indonesia,” tambahnya.
Taushiyah Kebangsaan dan Keagungan Al-Qur’an
Sementara itu, dalam arahan dan taushiyahnya, Prof. Said Aqil Husein Al-Manawar menyampaikan bahwa kemuliaan suatu umat sangat ditentukan oleh kedekatannya dengan Al-Qur’an.
Mantan Menteri Agama Republik Indonesia tersebut menguraikan kelebihan Al-Qur’an sebagai kitab yang tidak hanya mengatur dimensi ibadah, tetapi juga memberikan pedoman etika sosial, keadilan, ilmu pengetahuan, dan tata kelola kehidupan.
“Penghafal Al-Qur’an adalah penjaga cahaya peradaban. Qori dan qori’ah adalah duta-duta langit yang menggetarkan bumi dengan kalam Ilahi. Mereka bukan sekadar pelantun ayat, tetapi penjaga otentisitas wahyu, tuturnya yang disambut takbir dan haru hadirin.
Ia juga menghimbau agar para pengurus yang dilantik menjaga integritas, memperkuat ukhuwah, dan menjadikan IPQAH sebagai wadah pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar forum seremonial.
Dalam nada yang menginspirasi, beliau menegaskan bahwa Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam melahirkan ulama dan qori berkelas nasional maupun internasional. Karena itu, IPQAH Sumbar harus tampil progresif, adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa tercerabut dari akar tradisi keislaman yang kokoh.
Prof. Said Aqil turut mengapresiasi para qori dan qori’ah Sumatera Barat yang selama ini konsisten mengharumkan nama daerah di berbagai ajang MTQ dan forum tilawah internasional.“Sumatera Barat adalah tanah subur bagi lahirnya penjaga-penjaga wahyu,” ungkapnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nasir, jajaran Pengurus DPP IPQAH Pusat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang H. Edy Oktafiandi, pengurus LPTQ Kota Padang, Ketua Baznas Sumatera Barat, serta unsur majelis ta’lim dan jamaah yasinan dari berbagai kabupaten dan kota.
Kehadiran para tokoh dan elemen umat tersebut menegaskan bahwa IPQAH bukan milik segelintir kalangan, melainkan milik umat yang mencintai Al-Qur’an dan mendambakan kebangkitan spiritual berbasis ilmu.
Dengan koordinasi kegiatan oleh Dafril, Tuanku Bandaro, seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, khidmat, dan penuh nuansa religiusitas yang mendalam.
Pelantikan ini menjadi penanda bahwa khidmat terhadap Al-Qur’an bukan sekadar tradisi, melainkan visi besar membangun peradaban. Dari Padang, gema tilawah kembali diteguhkan menyatukan iman dan intelektualitas dalam satu tarikan napas sejarah menuju masa depan umat yang lebih bercahaya.
Kontributor : Dafril, Tuanku Bandaro