Ada Dia di Antara Kita
Oleh Darwina Desi
–
Malam selalu datang membawa namamu. Dalam sepi yang menetes perlahan seperti embun di ujung daun, aku belajar berdamai dengan bayangan wajahmu yang tak pernah benar-benar pergi. Ada rindu yang tak berani kusebutkan, sebab setiap kali aku menyapanya, ia berubah menjadi pertanyaan: mengapa kita dipertemukan di waktu yang keliru?
Aku tak pernah merencanakan perasaan ini. Ia tumbuh diam-diam, seperti doa yang terucap tanpa suara. Setiap tawamu mengisi ruang-ruang kosong dalam diriku, setiap tatapmu menyalakan cahaya di sudut hati yang lama padam. Namun di antara kita, ada jarak yang tak kasatmata, sebuah nama yang lebih dulu kau sebut dalam doa, sebuah tangan yang lebih dulu kau genggam dalam setia.
Sering aku bertanya pada langit: mengapa kau tercipta bukan untukku? Mengapa pertemuan ini harus terjadi ketika hatimu telah berlabuh? Aku mencoba menjauh, menata ulang langkah, meyakinkan diri bahwa mencintai tak selalu berarti memiliki. Tetapi semakin aku berusaha melupakan, semakin jelas bayangmu hadir dalam sunyi.
Aku tahu, cinta ini mungkin tak akan pernah menjadi cerita yang utuh. Ia hanya akan menjadi rahasia yang kusimpan rapi, seperti surat yang tak pernah kukirim. Namun percayalah, jika suatu hari kau merasakan angin yang menyentuh lembut pipimu di malam hari, mungkin itu adalah rinduku, yang belajar mencintaimu tanpa harus memilikimu.
–
Ada Dia Diantara Kita
Biarkan diriku
Sendiri
Demi membuang rasa rinduku
Yang selalu menggoda
Bila datangnya malam
Ingin rasanya dekat denganmu
Bayangan wajahmu tak kulupakan
Di saat saat sepi begini
Ada rasa curiga
Bila tak bersamamu
Ingin rasanya memilikimu
Mengapa
Kau tercipta bukan untukku
Mengapa
Baru kini kita bertemu
Mengapa
Kau terlahir bukan untuk diriku
Mengapa
Ada dia diantara kita
Bayangan wajahmu tak kulupakan
Disaat saat sepi begini
Ada rasa curiga bila tak bersamamu
Ingin rasanya memilikimu
Mengapa
Kau tercipta bukan untuk diriku
Mengapa
Baru kini kita bertemu
Mengapa
Kau terlahir bukan untukku
Mengapa
Ada dia diantara kita
Mengapa
Kau tercipta bukan untukku
Mengapa
Baru kini kita bertemu
Mengapa
Kau terlahir bukan untuk diriku