April 3, 2026

Antologi Pantun Selamat & Nasehat Pernikahan Untuk Maria Antonia Ada’ Laratmase (Maria) & Richard Yohanes Nawu (Rio)

Oleh: Rizal Tanjung

1

Berjalanlah cinta di jalan terang,
Dibingkai doa ayah dan ibu,
Kini berdua janji terpegang,
Bahagia bersama sepanjang waktu.

2

Mawar merah mekar di taman,
Disirami embun pagi nan sejuk,
Rumah tangga butuh kesetiaan,
Bukan hanya kata, tapi juga peluk.

3

Perahu cinta berlayar jauh,
Menuju dermaga penuh harapan,
Jadikan sabar sebagai sauh,
Agar selamat dari goncangan.

4

Mentari pagi membawa sinar,
Menemani burung di ranting kayu,
Cinta sejati jangan pudar,
Rawatlah dengan doa selalu.

5

Hujan rintik menyejuk bumi,
Membasuh daun di lereng bukit,
Cinta berdua harus harmoni,
Dengan doa, kerja, dan niat yang baik.

6

Burung merpati terbang berdua,
Bersama angin menuju fajar,
Jagalah cinta dengan setia,
Agar bahtera tak mudah goyah.

7

Bintang berkelip di langit malam,
Menjadi saksi janji suci,
Maria dan Rio kini bersama dalam,
Bahagia abadi tak pernah henti.

8

Taman indah penuh melati,
Harumnya semerbak setiap waktu,
Bersyukurlah selalu dalam hati,
Agar rumah tangga diberkati restu.

9

Gunung tinggi kokoh berdiri,
Akar menghujam bumi yang dalam,
Cinta berdua akan berarti,
Jika saling jujur dan saling faham.

10

Layar terkembang menembus lautan,
Angin bertiup mengiring perahu,
Semoga Allah menjaga perjalanan,
Hidup berdua penuh restu.

11

Daun hijau bergoyang mesra,
Ditiup angin lembut berlagu,
Jagalah hati dalam keluarga,
Agar cinta makin bertambah satu.

12

Air sungai mengalir pelan,
Menuju muara lautan raya,
Rumah tangga bukan sekadar impian,
Namun perjuangan sepanjang masa.

13

Pelangi indah setelah hujan,
Mewarnai langit nan biru,
Bahagia hadir bukan kebetulan,
Tapi lahir dari cinta yang jitu.

14

Matahari terbit membawa terang,
Burung berkicau riang bernyanyi,
Hidup berdua janganlah bimbang,
Karena doa menguatkan janji.

15

Bunga melati harum baunya,
Disiram embun setiap pagi,
Cinta sejati indah rasanya,
Jika diikat restu Ilahi.

16

Perahu kayu berlayar tenang,
Diiring ombak yang lembut menepi,
Cinta berdua harus dikenang,
Dengan doa dan kasih yang sejati.

17

Mentari senja jingga merona,
Menutup hari dengan keindahan,
Jagalah hati dengan doa,
Itulah kunci kebahagiaan.

18

Burung camar terbang rendah,
Mencari ikan di laut luas,
Rumah tangga akan indah,
Jika dibangun dengan tulus ikhlas.

19

Ranting tua masih bertahan,
Meski badai mengguncang keras,
Cinta sejati jadi sandaran,
Saat hidup penuh ujian deras.

20

Embun pagi jatuh perlahan,
Menyirami daun di ujung ranting,
Bersabarlah dalam perjalanan,
Agar rumah tangga tetap tenang dan hening.

21

Pohon kelapa tegak menjulang,
Akarnya kuat menahan badai,
Rumah tangga akan gemilang,
Jika dihiasi doa setiap hari.

22

Air jernih menyejukkan dahaga,
Mengalir deras dari sumber,
Rumah tangga akan bahagia,
Jika cinta tumbuh makin subur.

23

Bintang jatuh di malam sunyi,
Membawa cahaya penuh pesona,
Jagalah cinta sampai nanti,
Menjadi pelita sepanjang masa.

24

Rumput hijau bergoyang merdu,
Ditiup angin di kala senja,
Jagalah cinta dengan restu,
Agar bahagia tiada akhirnya.

25

Burung hantu bernyanyi malam,
Suara lembut penuh misteri,
Rumah tangga harus tenteram,
Dengan sabar dan hati murni.

26

Embun pagi jatuh di bunga,
Membuat harum mekar bersemi,
Rumah tangga bukan sekadar suka,
Namun kesetiaan yang sejati.

27

Laut biru berombak kecil,
Menyapa pantai penuh kelembutan,
Rumah tangga indah nan stabil,
Dengan doa serta kesabaran.

28

Gunung tinggi berbalut awan,
Tampak gagah menantang langit,
Rumah tangga jadi teladan,
Jika dibangun dengan niat baik.

29

Pelangi hadir selepas hujan,
Warnanya indah menawan hati,
Rumah tangga penuh harapan,
Bila dirawat dengan kasih sejati.

30

Matahari terbit di ufuk timur,
Menyinari bumi dengan terang,
Rumah tangga penuh makmur,
Jika saling sayang sepanjang zaman.

31

Bulan purnama bersinar lembut,
Menemani malam penuh syahdu,
Rumah tangga indah berliput,
Jika dipenuhi doa selalu.

32

Ikan berenang di dalam kolam,
Air jernih jadi penyejuk,
Rumah tangga harus dalam,
Dengan kasih dan pelukan hangat.

33

Embun menetes di pucuk daun,
Menyapa pagi penuh sejuk,
Rumah tangga kokoh bak karang laut,
Jika dihiasi dengan peluk.

34

Burung elang terbang tinggi,
Menggapai awan di cakrawala,
Rumah tangga akan harmoni,
Jika saling setia sepanjang masa.

35

Pohon rindang memberi teduh,
Daunnya lebat tempat berteduh,
Rumah tangga bahagia penuh,
Jika saling mengerti selalu.

36

Air laut beriak pelan,
Menyentuh pasir di pantai tenang,
Rumah tangga kuat bertahan,
Jika saling sabar sepanjang jalan.

37

Bunga mawar mekar merona,
Harumnya menyebar ke penjuru,
Rumah tangga penuh bahagia,
Jika selalu bersyukur dan bersatu.

38

Rembulan indah di malam sepi,
Sinarnya terang menerangi hati,
Rumah tangga jadi harmoni,
Dengan cinta sejati dan doa suci.

39

Mentari senja merona jingga,
Langit tersapu warna indah,
Rumah tangga bahagia sentosa,
Jika dijaga cinta yang berkah.

40

Burung pipit bernyanyi pagi,
Menyambut fajar dengan riang,
Rumah tangga akan lestari,
Jika saling cinta sepanjang jalan.

41

Hujan deras jatuh ke bumi,
Membasuh tanah penuh kasih,
Rumah tangga bahagia sejati,
Jika dipenuhi hati yang bersih.

42

Embun pagi segar terasa,
Menyejukkan jiwa di kala subuh,
Rumah tangga akan bahagia,
Jika cinta tumbuh makin utuh.

43

Burung camar terbang di pantai,
Menyapa ombak nan berdebur,
Rumah tangga jangan terbuai,
Tetaplah jujur dan penuh sabar.

44

Gunung tinggi berbalut kabut,
Memberi teduh dan keindahan,
Rumah tangga janganlah takut,
Hadapi hidup dengan kesetiaan.

45

Matahari pagi bersinar terang,
Menemani bumi penuh cahaya,
Rumah tangga jangan goyang,
Jika dihiasi kasih yang setia.

46

Bulan sabit menggantung malam,
Menjadi saksi cinta abadi,
Rumah tangga jangan kelam,
Jika doa terpatri dalam hati.

47

Bunga anggrek mekar indah,
Menghias taman dengan pesona,
Rumah tangga jangan resah,
Jika saling menguatkan jiwa.

48

Air sungai mengalir deras,
Membawa kesejukan ke muara,
Rumah tangga janganlah keras,
Jadikan cinta penyejuk suasana.

49

Bintang kecil bersinar terang,
Menyemarakkan langit malam,
Rumah tangga akan gemilang,
Jika dijaga setia berulang-ulang.

50

Mentari pagi membawa harapan,
Burung berkicau penuh ceria,
Rumah tangga jadi impian,
Jika cinta dan doa selalu setia.

51

Burung dara terbang berdua,
Melayang indah di langit biru,
Rumah tangga indah terasa,
Jika dirawat dengan restu.

52

Embun pagi jatuh perlahan,
Menyapa bumi penuh sejuk,
Rumah tangga kuat bertahan,
Jika saling setia dan peluk.

53

Mentari sore jingga merona,
Langit senja jadi cahaya,
Rumah tangga jangan terlena,
Jagalah cinta sepanjang masa.

54

Burung merpati hinggap di ranting,
Menyanyi riang penuh cinta,
Rumah tangga janganlah gonting,
Selesaikan masalah dengan doa.

55

Air laut berkilau indah,
Disinari bulan purnama,
Rumah tangga jangan mudah lelah,
Karena cinta akan menyembuhkannya.

56

Gunung tinggi berdiri gagah,
Berbalut awan di ufuk jauh,
Rumah tangga makin indah,
Jika sabar menjadi sauh.

57

Pelangi indah setelah hujan,
Warnanya cerah menghiasi langit,
Rumah tangga penuh harapan,
Jika cinta selalu dekat.

58

Bunga mawar harum semerbak,
Mekar indah di taman hijau,
Rumah tangga jangan retak,
Saling menguatkan dalam redup dan cahaya.

59

Burung camar terbang beriring,
Menyapa ombak di pantai luas,
Rumah tangga indah berbincang,
Jika hatinya saling ikhlas.

60

Mentari pagi datang perlahan,
Menyinari bumi dengan cahaya,
Rumah tangga kokoh bertahan,
Jika iman menjadi bahtera.

61

Bintang kecil bersinar terang,
Menghias malam yang sunyi,
Rumah tangga jangan goyang,
Jika cinta berakar di hati.

62

Embun jatuh di pucuk ilalang,
Menyapa pagi penuh sejuk,
Rumah tangga makin gemilang,
Jika saling setia dan peluk.

63

Matahari senja tenggelam perlahan,
Meninggalkan cahaya keemasan,
Rumah tangga penuh harapan,
Jika cinta selalu jadi landasan.

64

Gunung hijau berdiri megah,
Akar menghujam ke bumi luas,
Rumah tangga jangan lelah,
Saling memahami dengan ikhlas.

65

Burung hantu bernyanyi malam,
Suaranya lembut penuh rahasia,
Rumah tangga jangan kelam,
Jika doa jadi cahaya.

66

Bunga melati putih berseri,
Harumnya indah sepanjang masa,
Rumah tangga janganlah lari,
Jika sabar jadi bahasa cinta.

67

Embun pagi segar terasa,
Menyejukkan jiwa yang rindu,
Rumah tangga bahagia selamanya,
Jika cinta selalu menyatu.

68

Pelangi hadir di langit senja,
Warnanya indah penuh pesona,
Rumah tangga bahagia bersama,
Jika doa jadi pelita.

69

Burung pipit berkicau pagi,
Menyambut fajar dengan riang,
Rumah tangga makin lestari,
Jika cinta saling menyayang.

70

Air sungai mengalir deras,
Membawa kesejukan ke muara,
Rumah tangga janganlah keras,
Jadikan sabar pelengkap cinta.

71

Mentari pagi menyinari bumi,
Membawa hangat penuh restu,
Rumah tangga indah harmoni,
Jika doa terpatri selalu.

72

Bunga anggrek mekar berseri,
Menghias taman penuh warna,
Rumah tangga jadi pelabuhan murni,
Jika cinta jadi pusaka.

73

Burung merpati terbang rendah,
Menyapa bumi dengan damai,
Rumah tangga makin indah,
Jika hati tulus dan santai.

74

Embun jatuh di dedaunan,
Menyapa pagi yang sejuk,
Rumah tangga penuh kesetiaan,
Jika doa selalu dipeluk.

75

Matahari senja berwarna merah,
Menutup hari dengan indah,
Rumah tangga jangan mudah menyerah,
Jika cinta jadi sandaran megah.

76

Burung camar terbang di pantai,
Menyapa ombak nan berdebur,
Rumah tangga janganlah lalai,
Tetap jujur dan penuh sabar.

77

Gunung tinggi berbalut awan,
Membawa teduh di tanah luas,
Rumah tangga jangan terawan,
Jika cinta selalu ikhlas.

78

Pelangi hadir selepas hujan,
Mewarnai langit penuh makna,
Rumah tangga penuh harapan,
Jika sabar selalu bersama.

79

Embun pagi jatuh di bunga,
Membawa harum sepanjang hari,
Rumah tangga jangan hancur sia-sia,
Jika cinta tulus bersemi.

80

Bintang malam berkelip terang,
Menghias langit penuh cerita,
Rumah tangga jangan goyang,
Jika doa jadi pelita.

81

Matahari pagi terbit perlahan,
Menyinari bumi dengan hangat,
Rumah tangga penuh harapan,
Jika cinta tak pernah tamat.

82

Burung merpati terbang berdua,
Menggapai langit dengan damai,
Rumah tangga makin bahagia,
Jika saling setia sepanjang ramai.

83

Embun pagi menyejukkan jiwa,
Menyapa bunga di taman asri,
Rumah tangga indah berwarna,
Jika cinta tumbuh murni.

84

Gunung hijau menyentuh langit,
Akar kuat menancap bumi,
Rumah tangga janganlah sulit,
Jika cinta saling melindungi.

85

Bunga mawar mekar sempurna,
Menghias taman penuh wangi,
Rumah tangga jangan merana,
Jika doa selalu menemani.

86

Burung camar hinggap di pasir,
Menyapa pantai nan indah,
Rumah tangga janganlah getir,
Jika cinta selalu ramah.

87

Mentari senja berwarna jingga,
Mengiring malam penuh doa,
Rumah tangga makin bahagia,
Jika sabar jadi pusaka.

88

Embun pagi jatuh di ilalang,
Menyapa bumi dengan syahdu,
Rumah tangga janganlah hilang,
Jika cinta berpadu restu.

89

Burung elang terbang perkasa,
Menggapai awan dengan sayap lebar,
Rumah tangga makin terasa,
Jika doa jadi pelindung sabar.

90

Bintang kecil menghias malam,
Menemani bulan bercahaya,
Rumah tangga jangan kelam,
Jika cinta jadi cahaya.

91

Matahari pagi menyinari bumi,
Membawa hangat penuh kasih,
Rumah tangga penuh harmoni,
Jika hati tulus dan bersih.

92

Burung pipit bernyanyi sore,
Menyambut senja penuh cinta,
Rumah tangga makin berseri,
Jika doa jadi pusaka.

93

Embun pagi menyejukkan jiwa,
Menyapa bunga di taman suci,
Rumah tangga makin bahagia,
Jika cinta jadi pengikat hati.

94

Gunung tinggi menyentuh awan,
Gagah berdiri di bumi luas,
Rumah tangga jangan terawan,
Jika saling ikhlas dan tulus.

95

Pelangi hadir selepas hujan,
Warnanya indah menawan jiwa,
Rumah tangga penuh harapan,
Jika sabar selalu bersama.

96

Burung camar hinggap di batu,
Menyapa ombak penuh cahaya,
Rumah tangga makin bermutu,
Jika cinta jadi pusaka.

97

Mentari senja tenggelam perlahan,
Meninggalkan cahaya keemasan,
Rumah tangga penuh harapan,
Jika doa jadi landasan.

98

Embun pagi jatuh perlahan,
Menyapa bumi dengan sejuk,
Rumah tangga makin bertahan,
Jika cinta selalu dipeluk.

99

Bunga melati harum semerbak,
Menghias taman penuh warna,
Rumah tangga jangan retak,
Jika doa selalu bersama.

100

Bintang malam bersinar terang,
Menemani bulan di angkasa,
Rumah tangga jangan goyang,
Jika cinta jadi pusaka.

Pantun ucapan selamat & nasehat pernikahan untuk Maria & Rio, Selamat Menempuh Hidup Bahtera Rumah Tangga Baru.

Sumatera Barat, Indonesia,2025.