April 2, 2026

Banyak Aspirasi Masyarakat Pesisir Biak-Supiori: Harapan untuk Perubahan Menunggu Tindak Lanjut

WhatsApp Image 2026-03-29 at 17.18.39

Yohanis Rumaropen| Penulis

BIAK – PAPUA, SUARA ANAK NEGERI.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRP) Papua dari Komisi II Partai Gerindra, Johanes Markus Wakum, menyerap berbagai aspirasi masyarakat selama kunjungan resesnya ke Dapil Papua VII (Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori) pada 22 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Yenusi RT 01 RW 01 Nasbraren, Distrik Biak Timur, dihadiri oleh PJ dan Sekdes Kampung Yenusi serta warga dari Kampung Orwer, Bindusi, dan Bosnik Sub, yang mengungkapkan harapan di tengah berbagai tantangan.

Dalam wawancara dengan Suara Anak Negeri.com, Wakum menjelaskan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah Yenusi hingga pantai pesisir timur menghadapi sejumlah hambatan utama. “Sebagian besar mereka bergantung pada nelayan sebagai mata pencaharian utama, namun sayangnya banyak kelompok nelayan yang belum merasakan manfaat bantuan alat tangkap. Bahkan perahu yang mereka gunakan sudah bertahun-tahun berumur, menyisakan risiko besar setiap kali mereka menjelajahi lautan,” paparnya dengan penuh perhatian. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti permasalahan ekonomi perikanan ini dengan bekerja sama dengan OPD terkait di tingkat provinsi dan kabupaten, serta melakukan koordinasi erat dengan DPRK setempat.

Selain permasalahan nelayan, para ibu-ibu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sepanjang pantai Yenusi, Bosnik, dan Soryar juga mengutarakan harapan mereka. Mereka menginginkan dukungan modal usaha dan sarana-prasarana pendukung, mengingat kawasan tersebut memiliki potensi pariwisata yang luar biasa – sebuah peluang emas untuk menghidupkan perputaran ekonomi rakyat di pelosok pesisir.

Masalah lingkungan juga menjadi sorotan penting, di mana efek rumah kaca menyebabkan abrasi yang mengkhawatirkan. Kawasan pekuburan masyarakat sudah terikis hampir setengahnya, sementara jalan raya yang menjadi jalur konektivitas antar wilayah juga terancam. “Kita tidak bisa menunggu sampai kerusakan semakin parah. Langkah preventif harus segera diambil untuk melindungi tanah air kita dan menjaga aksesibilitas antar daerah,” tegas Wakum.

Di sisi lain, kebutuhan akan rumah layak huni masih menjadi impian bagi banyak keluarga di kawasan pesisir. Banyak di antaranya tinggal bersama dalam satu atap – bahkan hingga tiga kepala keluarga sekaligus – dan belum pernah mendapatkan bantuan selama hampir lima tahun terakhir. Wakum menjamin akan menyampaikan aspirasi ini ke semua dinas teknis terkait, sekaligus mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga setiap fasilitas yang akan diberikan nantinya sebagai bentuk tanggung jawab kolektif.

“Saya melihat bukan hanya masalah di depan mata, tetapi potensi besar yang tertidur di tengah masyarakat pesisir ini. Nelayan yang gigih bertahan hidup, ibu-ibu UMKM yang kreatif mencari nafkah, dan seluruh rakyat yang memiliki cinta mendalam pada tanah kelahiran mereka – itu adalah kekuatan utama yang akan membawa perubahan nyata bagi Biak dan Supiori,” tegas Wakum dengan semangat membara.

“Tidak ada perubahan yang bisa terwujud sendirian. Kita harus bergandengan tangan – pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait – untuk mengubah setiap aspirasi menjadi aksi nyata. Masyarakat telah berani berbicara, sekarang giliran kita untuk bergerak dan membuktikan bahwa suara rakyat benar-benar menjadi dasar pembangunan,” tambahnya dengan keyakinan yang tak tergoyahkan.