April 4, 2026

Cahaya Masa Depan Siswa Mustahiq MAN Sawahlunto di Balik Zakat yang Diberikan UPZ Kemenag Kota Sawahlunto

Oleh: Dafril, Tuanku Bandaro

Kepala MAN Kota Sawahlunto dan Mahasiswa Program Doktoral Studi Islam S3 UM Sumbar

Di tengah gugusan bukit warisan sejarah tambang batubara, Sawahlunto menyimpan denyut kehidupan lain yang lebih halus namun tak kalah menggugah: denyut harapan anak-anak negeri yang belajar di madrasah. Di antara mereka, ada yang berjalan kaki menyusuri jalan berbatu demi sepotong ilmu, ada pula yang meminjam seragam karena tak mampu membeli. Namun, cahaya harapan itu tidak pernah padam—dan pada suatu pagi yang sederhana, cahaya itu menyala lebih terang.

 

Selasa, 12 Agustus 2025 menjadi hari yang berkesan bagi MAN Kota Sawahlunto. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra, S.Ag., M.A., bersama Kasi Pendidikan Madrasah, Syafruddin, Kasi Zakat dan Wakaf, Ning Subekti, serta staf UPZ Afrinal, menyerahkan bantuan zakat sebesar sembilan juta rupiah untuk 25 siswa mustahiq. Bukan hanya angka yang berpindah tangan, tetapi juga rasa empati, tanggung jawab sosial, dan cinta atas nama agama.

 

Inilah wajah terang dari filantropi Islam yang aktual, nilai-nilai spiritual yang diterjemahkan dalam tindakan nyata, menyentuh langsung kehidupan orang-orang yang berhak menerimanya. Zakat yang diberikan bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan wujud dari komitmen Kementerian Agama Kota Sawahlunto dalam menghidupkan semangat solidaritas, keadilan sosial, dan pemberdayaan pendidikan.

 

Apa yang dilakukan oleh Kemenag Sawahlunto bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari pola perhatian yang terus konsisten diberikan kepada madrasah. Tingginya perhatian tersebut tidak berhenti pada retorika, tetapi selalu disertai solusi konkret, cepat, dan tepat sasaran. Ketika siswa menghadapi keterbatasan ekonomi, ketika madrasah perlu dukungan, maka zakat tampil sebagai jawaban, dan Kementerian Agama hadir sebagai pelaksana amanah yang bertanggung jawab.

 

Proses pengelolaan zakat ini pun berlangsung dengan tertib, akuntabel, dan menyentuh esensi syariah. Di bawah kendali Kasi Zakat dan Wakaf (Zawa), Ibu Ning Subekti, bantuan zakat tidak sekadar dibagikan, melainkan melalui tahap-tahap penting: pendataan mustahiq, verifikasi kondisi, hingga pemilihan bentuk bantuan yang relevan dan tepat guna. Dengan demikian, setiap rupiah zakat benar-benar menjadi penyambung asa bagi siswa-siswa yang semestinya tak boleh tertinggal dalam perjalanan pendidikan mereka.

 

Filantropi Islam, sebagai ajaran luhur yang menjembatani yang mampu dengan yang membutuhkan, menemukan konteks kekinian yang sangat relevan melalui distribusi zakat ini. Ia tidak hanya menjadi alat pembersih harta, tetapi juga pembersih jarak sosial antara lapisan masyarakat. Ketika mustahiq merasa dihargai dan disokong oleh sistem, maka di sanalah keadilan sosial yang diajarkan Islam benar-benar hidup dan tumbuh.

Lebih dari itu, zakat ini menjadi bentuk konkret dari maqashid syariah dalam menjaga akal (ḥifẓ al’aql) dengan memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk menuntut ilmu. MAN Kota Sawahlunto menjadi ladang tempat nilai-nilai ini bertunas, tumbuh, dan memberi buah yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Fenomena ini juga menjadi bahan refleksi bagi para akademisi dan pengambil kebijakan. Di tengah wacana global tentang pendidikan yang cenderung komersial, langkah UPZ Kemenag Kota Sawahlunto menunjukkan bahwa pendidikan berbasis keadilan sosial masih mungkin dirawat, bahkan diperkuat. Ini bukan sekadar distribusi dana, melainkan investasi spiritual jangka panjang: membentuk generasi cerdas dan berakhlak mulia.

MAN Kota Sawahlunto sendiri adalah potret kecil dari sistem pendidikan madrasah yang inklusif. Terbukti, perhatian yang diberikan Kementerian Agama Kota Sawahlunto kepada seluruh jenjang dan status madrasah baik MI, MTs, maupun MA, negeri maupun swasta adalah cerminan prinsip kesetaraan dalam pelayanan pendidikan. Tak ada yang diistimewakan, karena semua anak bangsa berhak atas masa depan yang terang.

Ucapan Terima Kasih

Dengan penuh kerendahan hati, saya mewakili keluarga besar MAN Kota Sawahlunto mengucapkan terima kasih yang tulus dan mendalam kepada Kementerian Agama Kota Sawahlunto, khususnya kepada Kepala Kankemenag Dr. H. Dedi Wandra, S.Ag., M.A., beserta jajaran Kasi Penmad Syafruddin, Kasi Zakat dan Wakaf Ning Subekti, serta staf UPZ Afrinal, Ketua POKJAWAS, Muhammad Yustar atas perhatian dan kepedulian yang begitu dalam terhadap siswa-siswa kami.

Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari amal jariyah yang tak pernah terputus, dan semoga nilai-nilai filantropi Islam seperti ini terus kita aktualisasikan dalam berbagai bentuk kebijakan dan tindakan nyata. Kita sedang tidak hanya membantu, tetapi sedang membangun peradaban. Dan setiap zakat yang diberikan adalah batu bata dari bangunan masa depan yang kita impikan bersama: adil, cerdas, dan beradab.

Kontributor : Nofri Hendra

Editor : DTB