Cinta Sejati Bermula dari Kristus: Pesan RD. Domincs Baldawins Masriat bagi Mahasiswa dan Umat
Oleh : joko
Refleksi rohani yang disampaikan dari Central Seminary UST Manila mengajak umat untuk menjadikan Yesus sebagai cinta pertama dan pusat kehidupan.
http://suaraanaknegerinews.com | Senin, 14 Juli 2025 – Central Seminary, UST Manila, Filipina – Disampaikan oleh: RD. Domincs Baldawins Masriat, Imam asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku – Indonesia, yang saat ini melayani sebagai Pastor Mahasiswa di University of Santo Tomas (UST), Manila, Filipina.
Dalam renungan harian bertajuk Sejenak Sabda yang digelar pada Senin, 14 Juli 2025, RD. Domincs Baldawins Masriat mengajak seluruh umat, khususnya para mahasiswa dan diaspora Indonesia di Filipina, untuk merenungkan kembali makna sejati mengikuti Yesus Kristus.
Bertempat di Central Seminary UST Manila, pesan iman yang ia sampaikan penuh kehangatan, namun juga ketegasan rohani.
Liturgi Hari Ini
Hari Biasa, Pekan Biasa XV, Bacaan I: Keluaran 1:8-14.22 dan Bacaan Injil: Matius 10:34-11:1.
Empat Pesan Iman dari RD. Domincs Masriat
1. Yesus adalah Prioritas Utama
“Mengikuti Yesus berarti menjadikan-Nya sebagai cinta pertama dalam hidup kita,” ujar RD. Domincs. Ia menegaskan bahwa hanya dengan mencintai Kristus secara utuh, manusia dapat mencintai sesamanya secara sungguh-sungguh. “Cinta sejati kepada keluarga dan sesama berakar dari cinta yang murni kepada Yesus,” tambahnya.
2. Melepaskan Dunia untuk Kedamaian Sejati
Lebih lanjut, RD. Domincs menyadari bahwa mengikuti Yesus bukan hal mudah. “Dunia menawarkan banyak kesenangan, tetapi hanya Yesus yang memberikan kedamaian sejati. Saat kita berani meninggalkan kenikmatan duniawi demi Kristus, kita akan memperoleh kebahagiaan yang tak tergantikan,” ungkapnya.
3. Tetap Setia di Tengah Penolakan
Dalam tugas pewartaan, penolakan adalah keniscayaan. Namun menurut RD. Domincs, selalu ada hati yang terbuka. “Jangan pernah lelah untuk mewartakan Injil. Setialah, karena di tengah penolakan, ada jiwa-jiwa yang siap menerima,” pesannya dengan penuh harapan.
4. Upah Surga Bagi Pewarta Injil
Terakhir, ia mengingatkan bahwa mereka yang menerima pewarta Injil akan mendapat upah surgawi. “Allah takkan melupakan orang yang setia mewartakan kebenaran. Teruslah rendah hati, dan biarkan terang Kristus bersinar lewat karya kita,” tuturnya.
Doa Penutup
“Pertolongan kami hanya ada pada-Mu, ya Allah. Curahkanlah Roh Kudus-Mu bagi kami untuk menguatkan dan menyelamatkan kami.” Salam kasih dan doa, RD. Domincs Baldawins Masriat.