Forum Annisa’ MAN Kota Sawahlunto Gelar Renungan Jiwa Bertema “Makrifatullah dalam Islam”
SAWAHLUNTO, 8 Agustus 2025 —Dalam senyap yang bersahaja, di ruangan Mushallah MAN Kota Sawahlunto mendadak berdenyut oleh gemuruh rindu akan kehadiran Ilahi. Pada hari Jumat yang berbalut kesejukan itu, Forum Annisa’ sebuah komunitas pelajar putri yang menjadi pelita ruhani di kalangan siswa — menggelar sebuah kegiatan bertajuk “Makrifatullah dalam Islam: Mengenal Allah Melalui Hati dan Pikiran”.
Bukan sekadar seremonial mingguan kegiatan ini adalah ruang suci tempat para jiwa muda menyelami samudra ketuhanan, menjangkau makna terdalam tentang siapa Tuhan mereka, dan bagaimana cara mengenal-Nya bukan hanya dengan lidah, melainkan dengan hati yang hidup dan akal yang jernih.
Forum yang Bernapas Dzikir dan Cinta Ilahi
Kegiatan ini dibuka dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema bagai nyanyian langit, dibaca dengan tartil yang membelah hening. Suasana pun mengental oleh haru, seolah setiap huruf yang dibaca memeluk jiwa-jiwa yang hadir. Kemudian, arahan hangat dari Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro , menegaskan pentingnya mengenal Allah secara mendalam dalam kehidupan generasi muda.
“Makrifatullah bukan sekadar ilmu, tapi perjalanan. Ia adalah ziarah batin menuju pengakuan hakiki bahwa kita ini milik-Nya, dan kepada-Nya kita kembali,” ucap beliau dengan suara yang bergetar oleh ketulusan.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi spiritual interaktif, dipandu oleh Ustazah- ustazah Dari IKADI Kota Sawahlunto pembimbing ruhani sekaligus alumni pesantren ternama di Sumatra Barat sampai tamatan Kairo Mesir Beliau mengajak para peserta menyelami makrifatullah lewat kisah-kisah para wali, tafsir ayat-ayat tauhid, serta puisi-puisi sufistik yang menusuk relung rasa.
“Makrifatullah adalah ketika kamu tidak hanya berkata ‘Allah Maha Melihat’, tapi benar-benar hidup seolah kamu sedang ditatap oleh kasih sayang-Nya,” ujar beliau, membuat ruangan hening dalam renungan yang dalam.
Para peserta yang hadir adalah siswi kelas X, XI dan XII, di bawah pembina Forum Annisa’ MAN Kota Sawahlunto Fatma Yusni kemudian diajak untuk menulis refleksi pribadi sepucuk surat untuk Tuhan. Di sinilah makna acara ini menjadi nyata: ketika kata-kata tak lagi sekadar bunyi, tetapi jembatan menuju pengakuan diri di hadapan Sang Pencipta.
Kegiatan ini bukan sekadar memberi ilmu, tetapi menciptakan jeda. Di tengah dunia yang kerap menuntut kecepatan, Forum Annisa’ memberi ruang bagi pelajar untuk diam, merenung, dan mendengar suara batin sendiri. Mereka belajar bahwa mengenal Allah bukan hanya melalui dalil, tapi juga lewat cinta, lewat kesadaran akan kebesaran-Nya yang hadir dalam setiap hela napas.
Dan kegiatan ini tidak terlepas dari arahan dan petunjuk dari Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Sawahlunto H. Dedi Wandra.
Tak sedikit peserta yang terisak saat menuliskan refleksi mereka. Ada yang menulis tentang rasa rindu kepada Tuhan yang lama tersembunyi, ada pula yang mengaku baru kali ini memahami bahwa salat adalah panggilan kasih, bukan beban kewajiban semata.
Forum Annisa’ telah melampaui ekspektasi. Ia bukan sekadar organisasi pelajar, tetapi menjadi rumah bagi jiwa-jiwa yang ingin mengenal Tuhan mereka lebih dalam, bukan lewat hafalan, tetapi lewat cinta dan pemahaman. Melalui kegiatan ini, para siswi belajar bahwa makrifatullah bukan tujuan akhir, melainkan jalan yang harus ditempuh setiap hari, dalam salat yang lebih khusyuk, dalam akhlak yang lebih lembut, dalam hidup yang lebih bermakna.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB