Hatiku, Kasih Yang Menghangatkan Dunia
I
Langit Tak Pernah Memilih Warna Kulit
Era Nurza
Langit terbentang tanpa prasangka
meneduhi si hitam, si sawo, si terang
tak pernah ia menakar kasih dari rona wajah
Angin pun tak bertanya dari mana kau berasal
ia sekadar singgah membelai tanpa ragu
sebab cinta tak lahir dari warna tapi jiwa
Kita semua bayang-bayang yang dicipta cahaya
bukan untuk saling membakar
tapi saling menghangatkan dunia
Padang, Agustus 2025
II
Hati Tanpa Bendera
Era Nurza
Aku berjalan di antara batas dan pagar
di mana tanah dijaga tapi langit terbuka
dan hati tak pernah tahu cara membenci warna
Tak kutanya engkau dari negeri mana
sebab luka tetap merah tawa tetap cahaya
dan pelukan tak pernah butuh paspor
Di dunia yang sibuk memilih sisi
aku memilih jadi hati yang bebas
menyapa dunia tanpa bendera di dada
Padang, Agustus 2025
III
Satu Tangan Menghapus Batas
Era Nurza
Satu tangan terulur di tengah luka
bukan untuk menghakimi
tapi untuk menggenggam
karena perbedaan bukan alasan untuk menjauh
Di sekeliling kita, tembok-teguh dibangun kata
dijaga oleh rasa takut dan prasangka
namun satu sentuhan yang tulus
mampu runtuhkan semuanya tanpa suara
Batas itu ilusi yang diwariskan
garis pada peta bukan pada nurani
sementara cinta
tak pernah tunduk pada koordinat
Jika satu tangan bisa menghapus batas
bayangkan apa yang bisa kita ubah
jika semua tangan
Padang, Agustus 2025