April 4, 2026

“Jangan Menampung, Tapi Salurkan Berkat: Pesan Damai Pastor Pius Heljanan di Lauran”

Oleh : joko

“Ketika Harta Tak Menjamin Surga: Sebuah Renungan dari Tanimbar Selatan”

Dirimu Pembagi Berkat, Bukan Penampung Berkat

Pastor Pius Heljanan, MSC, Ajak Umat Hidup Bijaksana, Menjadi Penyalur Kasih Tuhan

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Minggu pagi, 3 Agustus 2025 – Dalam suasana damai yang menyelimuti Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, mengajak umat untuk merenungkan hakikat kehidupan sebagai penerima dan penyalur berkat Tuhan, bukan sekadar pengumpul kekayaan duniawi.

Renungan Injil: Untuk Siapa Harta Itu?

Dalam khotbahnya yang diangkat dari Injil Lukas 12:13–21, Pastor Pius menyampaikan sebuah pertanyaan yang menggugah: “Bagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?”

Pertanyaan ini menjadi titik awal refleksi iman bagi umat, tentang makna kekayaan, kepemilikan, dan tanggung jawab sebagai anak-anak Tuhan.

Dua Jenis Harta: Mana yang Kau Pilih?

Pastor Pius membagi pemahaman umat tentang dua bentuk harta yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Harta Sementara: seperti materi, jabatan, gelar, dan pangkat, yang semuanya akan ditinggalkan saat maut menjemput.
  2. Harta Abadi: yakni Tuhan sendiri, perbuatan kasih, dan kebaikan yang menjadi bekal menuju keselamatan kekal.

“Jadilah anak Tuhan yang bijaksana sewaktu hidup. Jangan sia-siakan hidup hanya untuk mengumpulkan yang fana, tetapi kejarlah yang abadi,” pesan Pastor Pius penuh kelembutan namun dalam makna.

Hidup yang Menjadi Saluran Berkat

Menurut Pastor Pius, segala bentuk kekayaan dan berkat yang diperoleh dalam hidup adalah anugerah Tuhan, namun tidak dimaksudkan untuk disimpan sendiri. Kita semua dipanggil untuk menjadi saluran berkat bagi sesama.

“Harta dunia bukan untuk ditampung dan menimbun demi memperkaya diri karena tamak. Tuhan ingin kita menyalurkannya dengan sukacita untuk sesama,” ungkapnya.

Peringatan tentang Waktu dan Prioritas

Pastor Pius juga menyoroti kecenderungan umat manusia yang begitu sibuk mengejar harta, hingga Tuhan dan kasih terhadap sesama hanya diberikan waktu sisa. Ia menekankan bahwa iman bukanlah urusan sampingan, tetapi seharusnya menjadi pusat dari hidup kita.

“Mencari Tuhan dan merangkul sesama jangan hanya di waktu tersisa. Jadikan kasih sebagai inti hidup, bukan pelengkap,” ujar Pastor Pius dengan nada harap.

Membangun Kekayaan Sejati di Surga

Menjadi penyalur berkat Tuhan, kata Pastor Pius, bukan hanya mendatangkan kebahagiaan bagi sesama, tetapi juga menjadi cara paling nyata untuk mengumpulkan harta di surga.

“Bila kita menjadi penyalur berkat Tuhan yang baik, maka sesungguhnya kita telah mengumpulkan harta surgawi,” tegasnya.

Pesan Kemanusiaan dari Tanimbar Selatan

Kehadiran Pastor Pius Heljanan, MSC, di tengah umat di pelosok Tanimbar Selatan tidak hanya menjadi peneguh iman, tetapi juga pengingat bahwa kehidupan rohani harus berjalan seiring dengan pelayanan sosial dan kemanusiaan.

Ia dikenal sebagai pemimpin rohani yang membumi, reflektif, dan penuh kasih. Umat di Paroki Hati Kudus Yesus Lauran merasakan kehadiran gembala yang menuntun mereka bukan hanya lewat pengajaran, tetapi juga melalui keteladanan hidup sederhana dan penuh kepedulian.

Hidup untuk Memberi, Bukan Menimbun

Di tengah dunia yang makin materialistik, suara lembut namun tegas dari pedalaman Tanimbar ini mengajak kita semua untuk kembali ke esensi hidup: menjadi saluran kasih Tuhan. Bukan untuk mengejar yang sementara, tetapi untuk menanamkan yang abadi.

“Renungan Pastor Pius adalah alarm jiwa untuk kita semua. Di tengah derasnya arus dunia, jangan lupa: Hidup kita bukan soal berapa banyak yang kita miliki, tetapi berapa banyak yang kita beri.”