Kasih Tak Pernah Berakhir: RD Ponsianus Ajak Jemaat Berbagi di Hari Spesial Anak PPA
Oleh : joko
Dari Misa Pagi ke Hati Anak: Perayaan HUT PPA yang Penuh Harapan
RD Ponsianus Ongirwalu memimpin Misa pagi di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus, lalu mengajak umat berbagi kasih bagi anak-anak hebat PPA di Hari Ulang Tahun mereka.
http://suaraanaknegerinews.com | Jumat pagi, 15 Agustus 2025, suasana di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, terasa hangat. Umat berkumpul dalam kebersamaan, mengikuti Misa yang dipimpin oleh Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu.
Di tengah liturgi yang khidmat, RD Ponsianus mengangkat pesan kasih dari Kitab Suci 1 Korintus 13:4-8 — sebuah ajakan untuk mempraktikkan kasih yang sabar, murah hati, dan tidak berkesudahan. Firman itu bukan sekadar dibacakan, tetapi dihidupkan melalui tindakan nyata.
Hari Ulang Tahun yang Membawa Berkat
Misa pagi hari itu memiliki makna istimewa. Jemaat merayakan HUT Putra-Putri Altar (PPA) Paroki Olilit Barat, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
RD Ponsianus, dengan nada yang penuh kelembutan, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran anak-anak PPA yang disebutnya sebagai “anak-anak hebat pemberian Tuhan” untuk Gereja dan Tanah Air. “Kami mohon, Tuhan, berkatilah mereka agar kelak menjadi anak yang sungguh membanggakan kami,” ucapnya.
Berbagi untuk Masa Depan
Perayaan tidak berhenti pada ucapan syukur. Dalam semangat HKY Pung Carita — berbagi kasih dan perhatian kepada sesama — RD Ponsianus mengajak umat menyisihkan sedikit berkat untuk membantu tiga anak PPA yang tengah menghadapi kesulitan biaya sekolah.
Bantuan sederhana itu, berupa dana untuk membeli buku tulis dan membayar uang sekolah selama satu semester, diharapkan menjadi sinar harapan. “Semoga bantuan ini memberi semangat untuk masa depan mereka,” kata RD Ponsianus dengan nada optimis.
Doa untuk Anak-Anak Hebat
Sebelum misa ditutup, RD Ponsianus memberikan pesan yang menyentuh hati:
“Semangatlah, anak-anakku. Tuhan akan selalu menjagamu. Salve. Kidabela.”
Di mata umat yang hadir, perayaan ini bukan hanya mengenang usia, tetapi meneguhkan komitmen untuk saling menopang dalam kasih. Karena seperti yang diingatkan oleh Kitab Suci: “Kasih tidak berkesudahan.”