Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto Dedi Wandra Launching Enam Karya Inovatif MAN Sawahlunto
SAWAHLUNTO, 23 Juli 2025 Di bawah langit biru yang menyelimuti Sawahlunto kota wisata tambang yang berbudaya , gema semangat pendidikan bergema dari halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Hari ini, sebuah momentum monumental tercatat dalam lembaran sejarah madrasah: Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, H. Dedi Wandra, secara resmi melaunching enam program inovatif yang menjadi buah karya para guru, tenaga kependidikan dan kependidikan , dan peserta didik MAN Kota Sawahlunto.
Dalam pidatonya yang hangat namun menggugah, Ka.Kankemenag Kota Sawahlunto Dedi Wandra menyebut inovasi sebagai “napas segar bagi pendidikan abad ini”, dan memuji MAN Sawahlunto sebagai madrasah yang tidak hanya berpijak pada nilai-nilai keislaman yang luhur, tetapi juga menatap masa depan dengan visi misi yang terang.
Enam program unggulan yang diluncurkan hari ini bukan sekadar inisiatif. Ia adalah cerminan kecintaan pada ilmu, iman, dan kemanusiaan. Keenamnya adalah:
1. GELIMA (Gerakan Literasi Madrasah)
Gerakan ini adalah upaya menumbuhkan peradaban kata dan makna. Di bawah rindangnya pepohonan madrasah, para seluruh civitas MAN Kota Sawahlunto siswa diajak menulis, membaca, berdiskusi, dan menghidupkan kembali semangat literasi seperti di zaman emas Islam. Buku-buku tak lagi menjadi hiasan rak, tapi sahabat karib dalam setiap langkah.
2. BII (Bina Iman dan Intelektual) GTK
Program ini membina guru dan tenaga kependidikan secara rohani dan intelektual. Ia menanamkan kembali akar spiritualitas dalam profesionalisme, membentuk insan pendidik yang tidak hanya cerdas akal, tetapi juga jernih hati. Karena dari guru yang tercerahkan, akan lahir generasi penuh cahaya.
3. KHUTBAH (Kaderisasi Khatib untuk Teguhkan Beramanah dan Hikmah)
Melalui KHUTBAH, MAN Kota Sawahlunto mencetak khatib muda yang fasih, bijak, dan berwawasan. Di mimbar-mimbar kecil yang dibangun di kelas dan masjid, gema dakwah nan santun tumbuh sejak dini, menanamkan hikmah dalam tutur, dan keikhlasan dalam niat.
4. JUBAH (Jumat Berbagi Berkah)
JUBAH adalah wajah sosial madrasah. Di setiap hari Jumat perwakilan siswa dan guru mengunjungi Mesjid dan memberikan setitik pencerahan dan menyebar kebaikan serta menyampaikan perkembangan MAN Kota Sawahlunto.
5. MANSA TV
Mansa TV adalah media digital yang digawangi siswa. Sebuah terobosan jurnalistik dan penyiaran pendidikan, tempat kreativitas bertemu teknologi. Di balik kamera dan mikrofon, para siswa belajar berbicara kepada dunia: menyampaikan ilmu, inspirasi, dan kisah-kisah kebaikan dari madrasah.
6. MAHIR (Madrasah Hijau dan Rindang)
Hijau adalah warna masa depan, dan MAHIR menjadikannya nyata. Di tangan siswa dan guru, lahan tandus disulap jadi taman ilmu. Setiap pohon yang ditanam adalah doa bagi bumi, setiap taman yang dirawat adalah cinta untuk generasi.
Program-program ini merupakan jawaban MAN Kota Sawahlunto terhadap tantangan zaman. Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril para wakil kepala, guru, hingga siswa, bahu-membahu mewujudkan madrasah sebagai pusat peradaban yang ramah, teduh, dan mencerdaskan.
Peluncuran hari ini tidak hanya menjadi perayaan, tapi juga tekad. Diiringi gema shalawat dan tepuk tangan hangat, Ka.Kankemenag membuka tirai tanda dimulainya era baru madrasah yang bukan hanya mengajar, tapi juga menginspirasi.
Dengan langkah-langkah inovatif ini, MAN Kota Sawahlunto menegaskan eksistensinya sebagai madrasah unggul: yang berpijak pada nilai ilahiah, berpacu dalam prestasi, dan berakar dalam budaya lokal. Dari lembah hijau Sawahlunto, cahaya pendidikan Islam pun memancar—hangat, bersahaja, dan memberi harapan.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor :DTB