April 4, 2026

Laporan Paulus Laratmase

Pertanyaan reflektif muncul di tengah hangatnya perbincangan pasca lomba karnaval jalan tingkat SMA/MA/SMK se-Kabupaten Biak Numfor pada 14 Agustus 2025. “Mungkinkah SMA Negeri 1 Biak hanya mendapat juara 2?” tanya sebagian penonton dan warga sekolah. Rasa penasaran itu kian memuncak setelah pengumuman resmi dari Tim Juri yang ditandatangani Koordinator Dewan Juri, Chintya T. Seserai, S.Sos, dan Penanggung Jawab Lomba, Arius Mirino, S.Sos.

Semua mata kemarin pada menyaksikan langsung penampilan spektakuler SMA Negeri 1 Biak. Sekolah ini menurunkan 1.425 siswa dalam formasi barisan rapi yang dibuka dengan identitas sekolah, diikuti kelompok bendera, drum band, pasukan kabinet, kelompok agama, paskibra, formasi Bhineka Tunggal Ika, tim tari, kelompok pendidikan, olahraga, adiwiyata, dan penutup berupa band sekolah. Penampilan mereka disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube SMA YPK 2 Biak, memukau penonton di sepanjang rute.

Kepala SMA Negeri 1 Biak, Rudolf A. Randongkir, S.Sos bersama para wakil kepala sekolah, seluruh guru, dan tenaga kependidikan yang berjumlah 106 orang turut mendampingi para siswa dari garis start di Lapangan Hocky Mandala hingga garis finish di Gelanggang Remaja, Jalan Sisingamangaraja. Kehadiran penuh dukungan ini menjadi pemandangan tersendiri di tengah suasana karnaval yang meriah.

Menariknya, SMA Negeri 1 Biak tampil paling akhir dari total 12 sekolah peserta. Namun, posisi start itu sama sekali tidak mengurangi semangat para siswa. Sepanjang perjalanan, mereka tetap kompak, penuh energi, dan mampu menjaga kerapian formasi hingga akhir.

Namun, publik dibuat terkejut ketika pengumuman hasil lomba menyebutkan SMA Negeri 1 Biak hanya menempati posisi juara 2. Informasi ini cepat beredar di berbagai grup WhatsApp, memantik diskusi hangat dan rasa heran di kalangan penonton maupun warga sekolah. Banyak yang mengaku tidak menduga hasil ini, mengingat kualitas penampilan yang mereka saksikan langsung.

Salah satu penonton, Speniel Rumbino, bahkan menegaskan ketidakpercayaannya. “Tidak mungkin SMA Negeri 1 Biak mendapat juara 2 pada karnaval kali ini,” ujarnya. Speniel mengaku mengikuti rute perjalanan sekolah ini dari awal hingga akhir, dan menilai penampilan mereka dari segi kerapian, keindahan, dan kekompakan sangat menghibur penonton. “Seharusnya juara 1,” tambahnya.

Terlepas dari perdebatan, keputusan juri tetap bersifat final dan mengikat. Bagi SMA Negeri 1 Biak, hasil ini mungkin tidak sesuai ekspektasi publik, namun penampilan luar biasa mereka telah meninggalkan kesan mendalam di hati penonton. Karnaval ini pun menjadi catatan bahwa apresiasi masyarakat tidak selalu selaras dengan keputusan resmi.