MAN Kota Sawahlunto Awali Pembelajaran Ramadhan dengan Shalat Dhuha Bersama
Sawahlunto, Suara Anak Negeri- Syi’arRamadhan terlihat nyata di halaman MAN Kota Sawahlunto, Senin (23 Februari 2026 M/05 Ramadhan 1447 H).
Dalam suasana khidmat dan penuh harap, keluarga besar madrasah mengawali pembelajaran bulan suci dengan Shalat Dhuha bersama sebuah ikhtiar spiritual untuk menata hati sebelum menata ilmu.
Kegiatan yang digelar di halaman madrasah itu mengusung tajuk Shalat Dhuha Bersama, meski pelaksanaannya tidak dalam bentuk berjemaah. Setiap insan menunaikan empat rakaat dengan dua salam, berdiri sendiri-sendiri dalam kekhusyukan yang serempak. Di antara desir angin pagi dan lantunan doa yang lirih, tampak wajah-wajah muda yang menyemai tekad, menautkan cita dengan ibadah.
Hadir dan mengikuti kegiatan tersebut Kepala Madrasah, Dafril, Tuanku Bandaro, Kaur Tata Usaha Yurmaini, unsur pimpinan madrasah Oky Loly Weny, Syafri Ervandi, dan Nofri Hendra Bendahara Junnidar, Pembina OSIM Femita Maya Dona, seluruh GTK, serta siswa-siswi MAN Kota Sawahlunto.
Kebersamaan itu menjadi penanda bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum ritual, melainkan ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai.
Dalam sambutannya, Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril, Tuanku Bandaro, menyampaikan bahwa Ramadhan adalah madrasah jiwa yang sesungguhnya. “Hari ini kita memulai pembelajaran Ramadhan dengan meluruskan niat dan meneguhkan hati. Shalat Dhuha bukan sekadar amalan sunnah, melainkan simbol optimisme bahwa setiap langkah menuju ilmu harus diawali dengan cahaya keimanan,” tuturnya penuh makna.
Tuanku menekankan pentingnya menjadikan bulan suci sebagai momentum transformasi diri. Menurutnya, Ramadhan adalah kesempatan emas untuk melatih disiplin, memperhalus akhlak, serta mempererat ukhuwah di lingkungan madrasah. Ia mengajak seluruh siswa untuk menjadikan setiap detik di bulan suci sebagai ladang amal dan pembuktian kualitas diri baik dalam ibadah maupun prestasi akademik.
“Ilmu tanpa adab akan kehilangan cahaya, dan ibadah tanpa ilmu akan kehilangan arah. Maka Ramadhan ini hendaknya kita jalani dengan keseimbangan antara keduanya,”tegasnya, disambut anggukan para guru dan semangat para siswa.
Kepala Madrasah juga berharap agar seluruh rangkaian pembelajaran Ramadhan 1447 H di MAN Kota Sawahlunto mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan matang secara emosional. Ia menegaskan bahwa madrasah harus menjadi ruang yang menumbuhkan nilai, bukan sekadar mentransfer pengetahuan.
Shalat Dhuha pagi itu pun menjadi awal yang syahdu sebuah penanda bahwa perjalanan Ramadhan di MAN Kota Sawahlunto dimulai dengan doa, dilanjutkan dengan karya, dan diharapkan berbuah takwa. Di halaman madrasah yang bersahaja, cahaya matahari pagi seolah menjadi saksi bahwa pendidikan sejati selalu bermula dari ketundukan kepada Ilahi.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : Dafril, Tuanku Bandaro