MAN Kota Sawahlunto Gelar Jumat Bersih: Implementasi Program MAHIR Menyambut HUT RI ke-80
SAWAHLUNTO, 15 Agustus 2025 , Udara pagi masih berbalut embun, namun semangat para siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto telah menyala, menyongsong matahari dengan gerak penuh makna. Hari itu, Jumat bersih bukan sekadar rutinitas, melainkan gema semangat kebangsaan yang bergelora dalam dada para pemuda negeri. Dalam balutan program MAHIR (Madrasah Hijau dan Rindang), mereka menapak langkah menuju kemerdekaan yang ke-80, tak hanya dengan upacara dan pidato, tapi juga dengan aksi nyata: menjaga bumi pertiwi tetap lestari.
Para siswa, Majelis guru, dan tenaga kependidikan MAN Kota Sawahlunto bersatu dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan MAN Kota Sawahlunto dan sekitarnya. Daun-daun kering, sampah plastik, dan debu yang menempel pada sela-sela kehidupan tak hanya disapu, tapi juga diberi makna bahwa merdeka adalah mampu mencintai tanah air dari hal terkecil.
Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro , dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Jumat bersih ini bukan sekadar aksi lingkungan, namun merupakan refleksi nilai-nilai nasionalisme dan cinta madrasah.
“Program MAHIR yang kita jalankan tidak hanya membentuk insan cerdas secara intelektual, tapi juga peduli terhadap lingkungan dan sosial. Kita ingin membentuk karakter generasi yang mencintai negeri ini dengan tindakan, bukan hanya ucapan,” ujarnya, di tengah barisan siswa yang memegang sapu, cangkul, dan semangat gotong royong.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, yang tahun ini mengangkat tema “Indonesia Emas, Madrasah Hebat”. Para siswa tampak antusias, bukan hanya karena mereka diberi ruang untuk berpartisipasi, tetapi karena mereka merasa menjadi bagian dari sejarah sejarah kecil di mana cinta tanah air ditanam dalam wujud yang nyata.
“Biasanya orang merayakan kemerdekaan dengan lomba dan karnaval, tapi di sini kami diajarkan bahwa menjaga kebersihan juga bagian dari menghargai perjuangan para pahlawan. Tanpa lingkungan yang bersih dan sehat, tidak mungkin kita bisa merdeka sepenuhnya.
Tak hanya lingkungan madrasah, para siswa juga menyusuri jalan-jalan kecil di sekitar sekolah, membersihkan parit dan menata taman-taman kecil. Warga sekitar menyambut dengan senyum dan ucapan terima kasih — mengakui bahwa generasi muda seperti merekalah yang akan membawa perubahan.
Jumat bersih kali ini bukan sekadar agenda mingguan, tapi telah menjelma menjadi mantra kebangsaan. Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto, kemerdekaan dimaknai ulang tak lagi sebatas seremoni, tapi sebagai seruan jiwa untuk terus peduli, bekerja sama, dan menjaga bumi serta bangsa.
Karena mencintai Indonesia, bisa dimulai dari menyapu halaman dengan penuh kesadaran.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB