April 3, 2026
amias

SENIN 9/3/2026
Pekan III Prapaskah (H)
– 2 Raja-Raja 5:1-15a
– Lukas 4:24-30

Seorang gadis Israel yang menjadi tawanan mengatakan bahwa di Israel ada nabi yang dapat menyembuhkan sakit kusta Naaman (panglima perang raja Aram), maka Naaman bersama rombongannya pergi ke Israel.

Di Israel, nabi Elisa menyuruhnya mandi tujuh kali di sungai Yordan. Tentu Naaman sangat kecewa karena tak sesuai harapan. Dikira akan disuruh melakukan hal besar atau mantra tertentu, ini cuma mandi? Memangnya saya ini siapa? Naaman merasa diri diremehkan, seperti main-main saja.

Tetapi, ketika diperjalanan pulang, di pinggir sungai Yordan, seorang pelayan berkata: “Maaf tuan, bukankah nabi Israel itu tidak meyuruh melakukan hal besar, tetapi hanya menyuruh mandi tujuh kali, apakah tidak lebih baik tuan mencobanya, mudah-mudahan sembuh.”

Naaman besedia mencobanya dan sakit kustanya hilang seketika. Kulitnya bersih dan halus seperti kulit anak kecil. Naaman dan rombongannya kembali kepada nabi Elisa dan memberikan sejumlah persembahan tetapi nabi Elisa tak mau terima. Maka, Naaman dan rombongannya mengakui bahwa Allah hanya ada di Israel (2 Raja-Raja 5:15).

Saudari – saudara terkasih. Apa yang kita bisa belajar dari kisah di atas? Semoga hari ini kita belajar seperti gadis Israel yang ditawan, ia tidak dendam kepada bangsa yang menawannya, tetapi justru berbuat baik, sekaligus bersaksi tentang Allah-nya Israel. Kita juga belajar dari Naaman, tadinya sangat angkuh karena jabatan dan prestasinya, tetapi hanya dengan hal sederhana ia sembuh. Sehat itu SEDERHANA dan MURAH, tetapi sakit itu SULIT & MAHAL. Tuhan memberkati. Amin.

P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Monday, March 9, 2026