“Mereka Memanggul Salib Bersama Kristus”: Jalan Salib Kreatif OMK Paroki Santa Maria Biak
Laporan Paulus Laratmase
Biak, Papua – Jumat Agung, 18 April 2025 – Suasana haru dan kekhusyukan menyelimuti Gereja Katolik Paroki Santa Maria Biak saat ribuan umat mengikuti prosesi Jalan Salib kreatif yang digelar oleh Orang Muda Katolik (OMK). Dalam pementasan dramatis yang menyentuh hati, 14 perhentian Jalan Salib ditampilkan dengan totalitas, mengangkat kembali makna penderitaan Kristus dalam konteks iman yang hidup dan relevan.

Prosesi ini menjadi bagian dari rangkaian Tri Hari Suci Paskah yang berlangsung meriah dan penuh makna. Sejak pukul 14.30 WIT, gereja telah dipadati umat dari berbagai kalangan, hingga memenuhi halaman gereja dan ruang tamu pastoran. Para aktor muda dari OMK memerankan tokoh-tokoh penting dalam kisah sengsara Yesus: mulai dari Bunda Maria, Yudas Iskariot, Ponsius Pilatus, hingga para murid dan rakyat Yerusalem.
Perhentian demi perhentian dibawakan dengan penghayatan mendalam, dimulai dari Yesus dijatuhi hukuman mati hingga perhentian terakhir: Yesus dimakamkan. Suasana mencapai puncak emosional saat adegan “Penyaliban Yesus” dipentaskan. Dalam diam, umat menyaksikan Yesus tergantung di salib, dan ketika Ia menghembuskan napas terakhir, suasana berubah menjadi hening penuh renungan. Beberapa umat terlihat meneteskan air mata.
Lantunan lagu-lagu koor dari Wilayah Michael menambah kesyahduan prosesi. Suara-suara lembut dan penuh penghayatan mengantar umat dalam setiap langkah penderitaan Sang Juru Selamat. Injil Yohanes 19:30—“Sudah selesai!”—ditegaskan sebagai bukan tanda kekalahan, melainkan kemenangan atas dosa dan kematian.
Romo Laurentius Purwanto, SCJ, Pastor Paroki Santa Maria Biak, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan kaum muda. “OMK kita menunjukkan bahwa kaum muda mampu menjadi pewarta iman yang kreatif dan menyentuh persoalan nyata,” ujarnya.
Lebih dari 20 OMK terlibat sebagai pemeran, sementara belasan lainnya mengatur teknis, musik, dan dokumentasi. Prosesi ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Paroki Santa Maria Biak memiliki semangat pelayanan, cinta Gereja, dan dedikasi pada karya misyoner Kristus yang terus hidup hingga kini.