April 3, 2026

Muhadharah MAN Kota Sawahlunto: Ajang Pembinaan Karakter Siswa

SAWAHLUNTO, 25 Juli 2025  Dalam semilir pagi yang menyapa lembut lembah-lembah Kota Sawahlunto, MAN Kota Sawahlunto kembali menorehkan makna dalam geliat pendidikannya. Sebuah kegiatan yang bukan sekadar rutinitas, melainkan pembinaan jiwa melalui Muhadharah kembali digelar, kali ini dengan pelaksana utama para siswa dari Fase F1 kelas XII yang membawa semangat baru dalam menyampaikan nilai-nilai moral dan spiritual kepada rekan-rekannya.

Diselenggarakan di Halaman MAN Kota Sawahlunto pada Jumat pagi, kegiatan Muhadharah ini menjadi wahana pengasahan karakter, kecakapan berbicara, dan pemantapan akhlak mulia. Sorotan utama tak hanya tertuju pada siswa yang tampil memukau dalam berpidato, bersyair, dan membacakan kutipan-kutipan hikmah, namun juga pada suasana batin yang dibangun khidmat, teduh, dan menyentuh hati.

Dalam nada yang tak menggurui namun menyentuh kalbu, Ustadz Johan Efendi hadir memberikan tausiah pencerahan yang meresap hingga ke dasar sanubari. Dalam ceramahnya yang disampaikan dengan kelembutan tutur dan kedalaman hikmah, beliau mengangkat tema “Menjadi Insan Rabbani dalam Era Digital”. Sebuah topik yang terasa begitu relevan dan menyentuh pergulatan batin generasi muda masa kini.

“Ilmu bukan hanya untuk diketahui, tapi untuk diamalkan. Akhlak bukan hanya untuk dipelajari, tetapi untuk ditumbuhkan dan diwariskan,” tutur beliau dalam salah satu bagian ceramahnya yang disambut anggukan kepala dan keheningan penuh makna dari para siswa.

Muhadharah ini bukanlah panggung untuk unjuk kepiawaian, tetapi ruang pembentukan jati diri. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk tampil percaya diri, menyampaikan pesan dengan etika, serta mengasah kepekaan sosial dan spiritual. Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini sebagai bagian dari pembelajaran holistik yang menjadi ciri khas madrasah, juga berpesan tolong menjadi orang yang terbaik di antara orang yang baik.

“Muhadharah adalah cermin jiwa. Ia membentuk karakter yang tak hanya cerdas, tetapi juga beradab. Ini adalah pendidikan yang memanusiakan manusia,” ungkap beliau.

 

Di tengah tantangan zaman yang begitu kompleks, kegiatan seperti Muhadharah adalah oase yang menyejukkan. Ia mengingatkan bahwa pendidikan bukan semata soal angka dan nilai, tetapi tentang membentuk manusia seutuhnya yang berpikir jernih, berkata santun, dan bertindak bijak.

Dan pagi itu, di tengah gema tilawah dan lantunan syair, di antara senyum guru dan lirih haru para siswa, Muhadharah menjadi saksi bahwa pendidikan karakter bukan sekadar wacana, tetapi nyata terwujud di MAN Kota Sawahlunto.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor : DTB