April 3, 2026

Pastor Pius Heljanan, MSC: “Aku Selamat, Menang, dan Hebat Karena Setia Pikul Salib Bersama Yesus”

Oleh: joko

Salib Bukan Beban, Melainkan Jalan Menuju Kemuliaan, Pastor Pius Ajak Umat Setia Pikul Salib Bersama Kristus

Pastor Pius mengingatkan umat bahwa salib bukan penghalang, melainkan jalan menuju keselamatan, tanpa salib, kita hanya menjadi manusia duniawi, hidup dalam iman berarti menomorsatukan Tuhan dan melayani sesama dengan ikhlas.

Suasana Pagi di Lauran

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Minggu pagi, 7 September 2025, suasana khidmat menyelimuti Gereja Katolik Hati Kudus Yesus di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Di tengah keheningan doa, Pastor Pius Heljanan, MSC, yang menggembalakan umat di Kuasi Paroki tersebut, menyampaikan renungan penuh makna:

“Aku selamat, menang, dan hebat karena setia pikul salib bersama Yesus.”

Ungkapan sederhana namun sarat makna itu menggema dalam hati umat yang hadir, mengingatkan setiap insan beriman akan hakikat kehidupan Kristiani.

Salib: Jalan, Bukan Beban

Dalam renungannya, Pastor Pius mengingatkan umat agar tidak memandang salib sebagai beban yang menghambat karier, pangkat, atau usaha. Banyak orang, katanya, masih melihat salib sebagai sesuatu yang menakutkan dan merugikan.

Ia mengutip pesan Paus Fransiskus:

“Ketika kita berjalan tanpa salib, ketika kita membangun tanpa salib, ketika kita mengakui Kristus tanpa salib, kita bukanlah murid Tuhan, melainkan manusia duniawi.”

Bagi Pastor Pius, pernyataan ini menegaskan bahwa hidup beriman tidak selalu ditandai dengan pujian, kehormatan, atau kesuksesan instan. Sebaliknya, jalan yang ditempuh adalah jalan salib — jalan kerendahan hati, pengorbanan, dan kasih.

Prioritas Hidup: Tuhan dan Sesama

Pastor Pius menekankan, kesetiaan memikul salib berarti menempatkan Tuhan dan kehendak-Nya sebagai prioritas utama dalam kehidupan. Melayani sesama dengan tulus dan ikhlas merupakan wujud nyata dari cinta kepada Tuhan.

“Bangunlah relasi yang baik dengan Tuhan dan sesama. Itulah cara kita mencintai Tuhan dengan benar,” ujarnya, seraya merujuk Kitab Lukas 14:25–33 sebagai dasar permenungan.

Jalan Menuju Kebangkitan

Renungan itu ditutup dengan pengingat bahwa jalan salib bukanlah akhir penderitaan, melainkan jalan menuju kebangkitan dan kemuliaan. Bagi umat di Lauran, pesan Pastor Pius bukan sekadar kata-kata, melainkan panggilan iman untuk dihidupi dalam keseharian.