Puisi Dikit
Yusufachmad bilintention
Kutulis meski ruang sempit,
meski kata terjepit,
biarlah ia tetap bangkit,
puisi ini mata bening,
tak letih menyingkap langit.
Ia tak kenal dusta,
hanya berbisik kata sederhana,
meski kecil dalam perbuatan,
ia bukan sekadar rupa,
melainkan jiwa yang setia.
Hatiku tak pernah terhimpit,
tak mengikuti jejak demi harta,
cukup bagiku sinar kata,
sekian, semoga tetap terungkit,
seperti doa yang tak pernah padam,
menyala jernih tanpa munafik.
Surabaya, Februari 2026
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=enĀ
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly