April 4, 2026

Purna Tugas di Bromsi, Paskibraka Biak Numfor 2025 Kembali ke Sekolah dengan Penuh Kebanggaan

Laporan Paulus Laratmase

Biak – suaraanaknegerinews.com | Tuntas sudah tugas mulia para Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Biak Numfor tahun 2025. Setelah sukses mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara detik-detik Proklamasi 17 Agustus di Pulau Bromsi, Distrik Aimando Padaido, kini para siswa-siswi terbaik itu kembali ke sekolah masing-masing.

Ipda Zakarias Nimfmaskosu (Tengah)  didampingi Kepala Sekolah Rudolf A. Randongkir S.Sos (Kanan) dan Wakasek Kesiswaan Otniel Rumbekwan, S.Pd (Kiri)Berpose bersama Para Paskibra SMA Negeri 1 Biak

Momen pengembalian ini berlangsung penuh haru dan bangga, Rabu (20/8/2025). Sebanyak 15 siswa dari SMA Negeri 1 Biak Kota yang tergabung dalam 36 anggota Paskibraka Biak Numfor 2025 secara resmi diserahkan kembali oleh tim pelatih kepada pihak sekolah. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Biak Numfor, Ipda Zakarias Nifmaskosu, yang juga dikenal sebagai pelatih utama dan sosok penting di balik suksesnya upacara di Bromsi.

Kepala Sekolah Sambut Penuh Bangga

Kepala SMA Negeri 1 Biak Kota, Rudolf Randongkir, S.Sos, dengan wajah sumringah menerima kembali anak-anak didiknya. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa bangga, melihat para siswanya pulang dengan membawa pengalaman besar yang akan menjadi bekal berharga di masa depan.

“Kami menyambut dan menerima siswa-siswi kami yang menjadi anggota Paskibraka tahun ini. Kami bangga karena mereka mampu menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Terima kasih juga kepada para pelatih yang hampir satu tahun penuh telah membimbing dan menempa anak-anak hingga berhasil menjalankan amanah besar ini,” ujar Rudolf penuh rasa syukur.

Rudolf menegaskan bahwa sekolah akan terus mendorong keseimbangan antara prestasi non-akademik dan akademik. Menurutnya, pengalaman sebagai Paskibraka bukan hanya sebuah kebanggaan pribadi, tetapi juga modal karakter yang akan menunjang masa depan akademik para siswa.

“Saya berharap setelah meraih prestasi non-akademik yang membanggakan ini, para siswa juga tetap tekun belajar. Mereka harus mampu menyeimbangkan disiplin dan semangat nasionalisme yang ditempa di paskibra dengan prestasi akademik yang unggul,” tambahnya.

Sosok Pelatih yang Rendah Hati

Pada kesempatan itu, Ipda Zakarias Nifmaskosu mengembalikan secara simbolis para siswa kepada pihak sekolah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa suksesnya upacara pengibaran bendera di Pulau Bromsi bukan semata karena pelatih, tetapi justru berkat semangat juang dari anak-anak paskibra itu sendiri.

“Saya salut dengan semangat juang mereka. Lokasi upacara kali ini berbeda dari biasanya, karena berlangsung di wilayah kepulauan, tepatnya di dermaga Pulau Bromsi. Tentu tantangan yang dihadapi lebih besar dibandingkan jika upacara dilaksanakan di Lapangan Cenderawasih. Namun, berkat ketekunan dan daya juang adik-adik, semua bisa berjalan lancar,” ujar Zakarias.

Ia menceritakan bahwa selama 9 hari di Bromsi, latihan dilakukan dengan intensif. Beberapa kali pelatih harus melakukan perubahan skenario, menyesuaikan kondisi lapangan dan cuaca di lokasi. Meski begitu, anak-anak paskibra tetap fokus, tidak menyerah, dan berhasil tampil sempurna di hari H.

“Keberhasilan di Bromsi adalah bukti bahwa generasi muda Biak Numfor punya mental baja. Mereka sanggup menghadapi tantangan di medan yang tidak biasa,” tambahnya dengan bangga.

Rasa Bangga Para Pembawa Baki

Di antara anggota Paskibraka Biak Numfor 2025, dua nama mencuri perhatian. Mereka adalah Chelsea Warikar Montolalu dan Jeccika Widya Lengkong, yang mendapat kehormatan sebagai pembawa baki bendera.

Chelsea, dengan senyum sumringah, menceritakan perasaannya. “Puji Tuhan, saya sangat bangga diberi kepercayaan membawa baki pada upacara kenaikan bendera di Pulau Bromsi. Saya bisa berdiri di hadapan Bapak Bupati, para pejabat, masyarakat, bahkan disaksikan seluruh warga pulau. Itu adalah pengalaman yang tak akan pernah saya lupakan,” ungkap siswi yang bercita-cita menjadi anggota intel dan dokter ini.

Jeccika pun menyuarakan hal serupa. Ia mengaku bahwa tugas membawa baki merupakan pengalaman yang menegangkan sekaligus membahagiakan. “Saya belajar banyak tentang tanggung jawab. Sekecil apa pun gerakan kami diperhatikan banyak orang. Tapi justru itu membuat saya lebih percaya diri,” ujarnya.

Wakil Paskibraka Tingkat Provinsi

Selain sukses di tingkat kabupaten, kebanggaan SMA Negeri 1 Biak Kota semakin lengkap karena dua siswanya berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka Tingkat Provinsi Papua. Mereka adalah Williana B.M. Samay dan Farel H. Wonatorei.

Keduanya mengaku sangat senang dapat mewakili Kabupaten Biak Numfor di tingkat provinsi. “Kami bangga bisa membawa nama baik Biak Numfor ke tingkat yang lebih tinggi. Ini adalah bukti bahwa anak-anak dari Biak juga mampu bersaing dengan daerah lain di Papua,” ujar Williana.

Prestasi Kolektif Sekolah-sekolah di Biak

SMA Negeri 1 Biak Kota memang menyumbang anggota terbanyak, yakni 15 orang. Namun, keberhasilan paskibraka tahun ini juga merupakan hasil kontribusi sekolah-sekolah lain di Biak Numfor. Dari total 36 anggota, mereka berasal dari berbagai SMA/SMK: SMA Negeri 2 Biak, SMA Negeri 3 Biak, SMA Yapis, SMA YPK 1, SMA YPK 2, SMA Subyaki, SMA YPPK, SMK Yapis, SMK YPK 1, SMA Negeri 1 Samber, SMA Negeri 1 Biak Barat, SMA Negeri 1 Warsa, dan SMA Negeri Pai.

Kebersamaan lintas sekolah ini menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dan kebanggaan sebagai anak bangsa tidak terbatas pada satu sekolah saja, tetapi merupakan prestasi kolektif Kabupaten Biak Numfor.

Makna Besar dari Pulau Kecil

Pelaksanaan upacara di Pulau Bromsi tahun ini meninggalkan kesan mendalam. Lokasi yang jauh dari pusat kota, akses yang menantang, serta prosesi unik yang dimulai dari laut, menjadikan upacara ini sebagai simbol keuletan dan semangat kebangsaan masyarakat kepulauan.

Bagi para siswa, pengalaman ini adalah sekolah kehidupan yang sesungguhnya. Mereka belajar arti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan cinta tanah air bukan hanya dari teori, tetapi dari pengalaman nyata di lapangan.

“Upacara di Bromsi akan selalu kami kenang. Dari awal latihan sampai tugas selesai, semua terasa seperti perjalanan panjang yang penuh pelajaran,” ujar seorang anggota pasukan 45.

Generasi Muda Harapan Bangsa

Dengan dikembalikannya para anggota Paskibraka ke sekolah masing-masing, tugas mereka memang selesai. Namun, semangat yang mereka bawa tidak boleh berhenti. Mereka kini ditantang untuk menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Kepala sekolah, pelatih, hingga para orang tua berharap agar pengalaman ini menjadi fondasi karakter bagi para siswa. Mereka bukan hanya pelajar biasa, melainkan generasi muda harapan bangsa yang telah merasakan langsung arti perjuangan, kebersamaan, dan pengabdian.

Dan dari Pulau Bromsi yang kecil di tengah lautan, semangat besar itu berkibar bersama Sang Merah Putih menjadi cerita abadi tentang bagaimana anak-anak Biak Numfor menorehkan sejarah di Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.