April 4, 2026

RD Ponsianus Ongirwalu dan Novena Santo Paregrinus: Inspirasi Kasih di Tanah Tanimbar

Oleh: joko

HKY Pung Cerita: Kasih yang Mengalir dari Altar untuk Anak-anak Hebat di Tanimbar

Di balik kesederhanaan misa harian, kasih dan keteladanan menjadi cahaya yang menuntun anak-anak altar Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Olilit Barat.

http://suaraanaknegerinews.com | Kamis pagi, 21 Agustus 2025, mentari baru saja menyapu Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan. Di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), lonceng misa harian berdentang. Suasana hening namun khusyuk menyelimuti umat yang hadir dalam penutupan Novena Santo Paregrinus.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, seorang gembala yang dikenal dekat dengan umatnya. Dalam homili yang sederhana namun penuh makna, ia kembali mengingatkan bahwa kasih tidak hanya diwartakan di mimbar, melainkan dijalani dalam kehidupan sehari-hari.

Anak-anak Hebat di Altar

Di balik altar, tiga anak hebat mengambil peran penting. Mereka bukan hanya hadir sebagai umat, tetapi juga sebagai misdinar dan pemazmur yang setia mendampingi jalannya misa. Dengan wajah polos dan hati tulus, mereka menjadi teladan kecil bagaimana iman bisa tumbuh sejak usia dini.

“Terima kasih untuk ketiga anak hebat yang selalu setia mengikuti misa pagi dan menjadi misdinar serta pemazmur hari ini,” ungkap salah seorang umat usai perayaan.

Sebagai bentuk kepedulian, disisihkan sedikit berkat untuk mereka — sekadar uang transpor dan jajan sekolah. Sebuah tanda kasih kecil, namun sarat makna.

Kasih yang Hidup di Tengah Umat

Usai misa, kisah sederhana ini seakan menggaungkan sebuah refleksi:

“Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.”

Setiap manusia akan tampak indah jika kita mampu melihat kebaikan dan keunikannya. Namun sebaliknya, manusia bisa terlihat membosankan jika kita gagal melihat keduanya.

Kasih yang dibagikan kepada anak-anak altar di HKY menjadi bukti nyata bahwa iman selalu hidup bersama umat.

Doa untuk Masa Depan

“Tuhan lindungi para anak hebat ini agar kelak berguna bagi Gereja, bangsa, dan keluarga,” doa sederhana itu terucap dari hati seorang umat. Doa yang sejalan dengan semangat belajar dan tekad anak-anak tersebut untuk terus melangkah maju.

Dengan semangat yang tak pernah padam, anak-anak altar HKY menjadi potret harapan Gereja: setia, rendah hati, dan penuh kasih.

Kasih memang bukan sekadar kata, tetapi perbuatan nyata. Di Olilit Barat, kasih itu hidup, tumbuh, dan meneguhkan.

Dari altar HKY, kasih itu mengalir, menyapa anak-anak, menyapa umat, menyapa Tanimbar: “Salve. Kidabela. Ubilaa Norang Ita Didtinemun.”