Rohaniwan Islam dan Kristen Satukan Doa di Lapas Kelas III Saumlaki
Oleh: joko
Doa Lintas Agama di Lapas Saumlaki: Suara Persatuan untuk Indonesia, hening dalam Kebersamaan, Lapas Saumlaki Gelar Doa untuk Negeri, toleransi dari Balik Jeruji, Doa Bersama untuk Indonesia Damai
Kemenag dan Lapas Saumlaki perkuat pembinaan spiritual warga binaan, petugas, dan tokoh agama bersatu dalam doa demi keselamatan bangsa, momentum kebersamaan lintas iman wujudkan semangat toleransi dan cinta tanah air.
Doa dalam Keheningan Lapas
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 2 September 2025 — Suasana hening dan khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki pada Kamis (2/9). Di balik tembok dan jeruji besi, warga binaan, petugas, serta tamu undangan larut dalam sebuah doa bersama lintas agama yang digelar untuk keselamatan dan kebaikan bangsa Indonesia.
Kegiatan bertajuk “Doa Bersama untuk Keselamatan dan Kebaikan Negeri Tercinta” ini menghadirkan dua rohaniwan, masing-masing dari agama Islam dan Kristen. Secara bergantian, mereka memimpin lantunan doa yang penuh makna, menyatukan hati dalam pengharapan bagi tanah air.
Momentum Spiritual dan Toleransi
Acara tersebut merupakan bagian dari pembinaan spiritual rutin yang dilaksanakan Lapas Kelas III Saumlaki, sejalan dengan instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan RI melalui surat Nomor: PAS-UM.01.01-363. Namun, momentum kali ini terasa lebih istimewa karena menghadirkan dua tokoh agama dalam satu panggung doa.
Kepala Lapas Kelas III Saumlaki, Ilham, SH, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga simbol persaudaraan dan kepedulian terhadap kondisi bangsa.
“Melalui doa bersama ini, kami berharap warga binaan dapat menumbuhkan semangat toleransi, cinta tanah air, serta selalu mendoakan yang terbaik bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Doa yang Menyatukan Harapan
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Tanimbar, Dahlan Rettob, S.Hi, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata pembinaan umat dalam bingkai toleransi dan kedamaian.
“Kita semua bertanggung jawab menjaga keharmonisan bangsa. Doa adalah kekuatan spiritual yang mampu menyatukan hati dan harapan kita untuk Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Doa dari rohaniwan Islam dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon perlindungan agar Indonesia dijauhkan dari bencana serta dianugerahi pemimpin yang adil dan bijaksana. Setelah itu, Pdt. Dellya Tuhumena, S.Si, melanjutkan dengan doa Kristen, memohon keselamatan serta masa depan bangsa yang damai dan sejahtera.
Pembinaan yang Menyentuh Nurani
Lebih dari sekadar pembinaan hukum, kegiatan ini mencerminkan upaya Lapas Kelas III Saumlaki bersama Kemenag Kepulauan Tanimbar untuk menumbuhkan dimensi spiritual warga binaan. Melalui doa bersama, mereka diajak meresapi nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan harapan agar kelak dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Kehadiran doa lintas iman di balik jeruji Saumlaki menjadi pengingat bahwa semangat persatuan, doa, dan kasih sayang tidak mengenal batas, bahkan dalam ruang terbatas sekalipun.
#kemenagtanimbar