SBSI Kepulauan Tanimbar Bangkit: Seruan Perubahan dan Gerakan Kemanusiaan untuk Pulihkan Daerah
Oleh : joko
Rapat Evaluasi SBSI Bahas Strategi Konsolidasi, Kepengurusan, hingga Visi Perjuangan Buruh di Indonesia Timur
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Kepulauan Tanimbar — Semangat perjuangan dan kesadaran sosial digaungkan dalam rapat Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC F-SBSI) Kepulauan Tanimbar yang digelar pada Jumat, 1 Agustus 2025, di Jalan Pier Tendean, RT 01/RW 04, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Wilayah Indonesia Timur Konfederasi SBSI, Dimas Luanmase, melalui sambungan video call, yang menyampaikan pesan kuat soal arti perjuangan, tanggung jawab sosial, dan pentingnya membangun gerakan buruh yang bermakna bagi masyarakat luas.
“Bangun Daerah Tak Hanya Tugas Kepala Daerah”
Dalam arahannya, Dimas Luanmase menekankan bahwa memulihkan daerah bukan hanya tugas kepala daerah dan wakilnya, melainkan tanggung jawab kolektif semua elemen masyarakat, termasuk SBSI sebagai bagian dari gerakan sosial.
“Negara ini tidak merdeka hanya karena Soekarno-Hatta. Tapi karena para elit pemuda yang bergerak. Maka SBSI harus hadir sebagai penggerak yang memulihkan Tanimbar lewat kerja nyata,” tegas Dimas.
Ia menambahkan, SBSI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pembangunan di segala aspek, tanpa melihat latar belakang politik maupun kepentingan individu.
Kepemimpinan Baru, Semangat Baru
Dimas meyakini bahwa jajaran pengurus yang terpilih malam itu adalah sosok-sosok yang siap berjuang dan memiliki hati untuk pelayanan publik.
Ia menekankan bahwa SBSI bukanlah organisasi untuk mencari nama atau kekuasaan, melainkan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi kaum pekerja, tanpa membedakan status ekonomi atau gender.
“Kita semua setara di hadapan Tuhan. Yang penting adalah komunikasi. Jika ada masalah, komunikasikan. SBSI harus jadi role model gerakan kemanusiaan di Tanimbar,” lanjutnya.
KTA SBSI: Identitas, Perlindungan Hukum, dan Simbol Komitmen
Dimas juga menyoroti pentingnya Kartu Tanda Anggota (KTA) SBSI yang saat ini hanya dikeluarkan oleh DPP sebagai kebijakan hasil Kongres 2021.
KTA ini berfungsi sebagai identitas anggota sekaligus sebagai kartu legal untuk pendampingan hukum tenaga kerja, terutama dalam kasus-kasus ketenagakerjaan hingga ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).
Ia menegaskan bahwa pendampingan hukum oleh SBSI kepada anggota adalah gratis, karena itu menjadi bagian dari pengabdian organisasi terhadap masyarakat.
Proposal, Konsolidasi, dan Persiapan Konpercab
Sekretaris DPC F-SBSI Kepulauan Tanimbar, Yean Watumlawar, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pihaknya segera akan menyusun proposal permohonan hibah dana ke Pemda untuk mendukung dua kegiatan besar: musyawarah komisariat dan pelaksanaan Konferensi Cabang (Konpercab).
“Kita perlu minta materi acuan dari SBSI Provinsi Maluku sebagai pedoman dalam pelaksanaan Konpercab nanti. Kami akan siapkan pengurus komisariat dari berbagai sektor buruh dan pekerja, mulai dari toko, perhotelan, penginapan, jasa konstruksi, angkutan, perkapalan, buruh pelabuhan, hingga pegawai BUMN,” jelas Yean.
Panel Diskusi Pasca-Konpercab: Perkuat Kolaborasi dan Advokasi
Rencananya, setelah agenda Konpercab, SBSI Kepulauan Tanimbar juga akan menggelar panel diskusi strategis, yang melibatkan unsur Pemda, Dinas Tenaga Kerja, DPRD, aparat penegak hukum, hingga kejaksaan, untuk membahas keberpihakan terhadap buruh dan mekanisme penanganan kasus ketenagakerjaan.
Harapan untuk Kebangkitan Pergerakan Buruh di Timur Indonesia
Dimas menyinggung pentingnya membangun kesadaran kolektif akan kekuatan buruh di Indonesia Timur, yang selama ini kurang terlihat.
Ia membandingkan dengan kekuatan buruh di negara-negara seperti Australia dan Brasil, di mana presiden pun bisa berasal dari kalangan buruh.
“Indonesia Timur harus bangkit. Kita tidak boleh pasif. Pengurus harus aktif, punya ide, jangan hanya diam. SBSI ini bukan panggung pribadi, tapi panggilan untuk rakyat kecil yang butuh suara,” katanya.
Rapat Dihadiri Pengurus Lengkap, Evaluasi Lanjut Pekan Depan
Rapat penting ini dihadiri pula oleh Ketua DPC SBSI Kepulauan Tanimbar, Paulus Atakebele, Bendahara 1 Annisa Wahilaitwan, Bendahara 2 Makrina Futwembun, Ketua Bidang Politik dan Hukum Herman Maskikit Melasasail, Bidang Keanggotaan Chandra Basar, Bidang Humas dan Publikasi Johanis Kopong, dan Bidang Kaderisasi Antonius Fenanlampir.
Rapat evaluasi akan kembali dilanjutkan pada pekan depan sebagai bagian dari agenda konsolidasi lanjutan.
“Sudah Saatnya Tanimbar Dipulihkan”
Di akhir arahannya, Dimas Luanmase menutup dengan seruan yang menggugah: “Jangan hanya mengandalkan manusia, tapi andalkan Tuhan. Tanimbar harus dipulihkan, dan SBSI adalah kendaraannya. Ini soal pengorbanan, bukan keuntungan. Mari kita jangkau mereka yang tidak tersentuh oleh keadilan dan hukum. Inilah panggilan kita.”