SUARA DARI GENERASI MUDA: SISWA MAN KOTA SAWAHLUNTO MENGISI TAUSIAH DI RADIO SAWAHLUNTO FM
SAWAHLUNTO (Humas) , 9 Maret 2026 Sore Minggu menunggu buka puasa di Kota Sawahlunto terasa lebih hening dari biasanya. Kabut tipis yang turun dari perbukitan seakan memberi ruang bagi suara yang mengalun dari gelombang udara. Dari studio Radio Sawahlunto FM 99.9 MHz, sebuah ceramah lembut namun sarat makna mengalir ke rumah-rumah warga. Suara itu milik seorang Siswa MAN Kota Sawahlunto Najla Izzati Jamal, siswi kelas Fase E1.
Dalam program ceramah keagamaan setiap sore yang disiarkan langsung pada Minggu 8 Maret 2026, Najla membawakan tema yang sederhana namun sangat dekat dengan kehidupan banyak orang: “Kenapa Do’a Kita Belum Dikabulkan.”
Di balik mikrofon studio yang sederhana, Najla menyampaikan renungan yang dalam tentang hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Dengan suara tenang dan tutur kata yang tertata, ia mengajak para pendengar untuk memandang doa bukan sekadar permintaan yang harus segera terjawab, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang penuh hikmah.
“Sering kali kita merasa doa kita tidak dikabulkan,” ujar Najla dalam ceramah tersebut. “Padahal boleh jadi Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik, atau menunda agar kita lebih dekat kepada-Nya.”
Ceramah yang dibawakan dengan bahasa yang santun dan reflektif itu mengingatkan pendengar bahwa setiap doa memiliki waktunya sendiri. Ada doa yang langsung dikabulkan, ada yang ditunda, dan ada pula yang diganti dengan kebaikan yang tidak kita sadari.
Najla juga mengajak para pendengar untuk melakukan muhasabah diri. Ia menuturkan bahwa terkadang doa terasa jauh dari jawaban karena manusia perlu memperbaiki diri terlebih dahulu memperbaiki niat, memperbanyak amal, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
“Doa bukan hanya tentang meminta,” lanjutnya. “Doa adalah tentang keyakinan, kesabaran, dan keikhlasan menunggu ketentuan terbaik dari Allah.”
Program ceramah ini merupakan bagian dari kegiatan pembinaan dakwah pelajar MAN Kota Sawahlunto, yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan berbicara, menyampaikan pesan moral, serta menumbuhkan keberanian berdakwah di ruang publik.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor : DTB