April 26, 2026

“๐——๐—ถ๐—ฎ๐—บ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ด ๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ”

ย Oleh Harry Tjahyono
โ€” ๐˜Š๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‹๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜•๐˜ข๐˜ซ๐˜ธ๐˜ข ๐˜š๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ
Hari ini, Najwa tidak bicara.
Bukan karena tak punya kata,
tapi karena sebuah kehilangan kadang hanya bisa ditanggapi dengan diam.
Najwaโ€”perempuan yang kerap lantangโ€”kini berdiri dalam sunyi, kehilangan suami, lelaki yang selama ini berdiri di belakang langkah-langkahnya.
Terlepas dari kontroversi yang kerap mengiringi, Najwa tetaplah sosok perempuan yang punya makna di negeri ini. Perempuan yang menunjukkan bahwa suara dan kata bisa menjadi cahaya.
Duka ini miliknya,
tapi doa ini dari kita semua.
Untuk dia yang ditinggal,
dan dia yang tetap berjalan.