April 2, 2026

Barangsiapa Bertelinga Hendaklah Ia Mendengar

felix3

KAMIS 11/12/2025
Pekan Adven II (U)
– Yesaya 41:13-20
– Matius 11:11-15

Bulan November 2024 ( tahun lalu) saya ke sungai Yordan, melihat langsung tempat di mana Yohanes Pembaptis membaptis orang, termasuk Yesus dibaptis sebagai meterai bahwa Ia membawa misi keselamatan bagi orang yang bertobat dan dibaptis.

Namun demikian, perhatian saya lebih tertuju kepada tembok yang mengelilingi tempat itu. Mengapa? Pada bagian luar tembok sungai Yordan, tertulis bahasa daerah dari berbagai negara yang berkisah tentang Yohanes Pembaptis membaptis Yesus.

Yang saya sempat lihat dan mengambil gambar dari Negara Indonesia itu: bahasa Toraja, bahasa Manado dan bahasa Bali, yang lain tak sempat lihat karena buru-buru naik bis yang sudah siap berangkat. Pemandangan ini mengingatkan saya bahwa semua suku dan bangsa akan disatukan dalam pembaptisan.

Saya baru mengerti sekarang, mengapa Yesus melalui Injil hari ini mengatakan bahwa Yohanes lebih besar dari semua yang dilahirkan oleh perempuan. Ya lebih besar karena pembaptisan yang diwartakannya menjadi tanda persatuan umat Allah di dunia dan kesempurnaan persekutuan abadi di akhirat.

Saudari – saudara terkasih.
1). Bertobat itu bukan sekedar menahan diri supaya tidak berdosa, tetapi lebih dalam arti mengubah cara pandang dan mengubah perilaku hidup dari buruk menjadi baik dan benar.

2). Kalau selama ini saya lebih suka melihat orang lain sebagai pendosa, maka sekarang (di masa Adven ini) saya lebih melihat dan menyadari diri sebagai orang berdosa juga. Itu akan lebih baik untuk hidupmu.

3). Yesus mengatakan kalau punya telinga ya mendengarlah apa yang difirmankan, mendengar juga pendapat baik dari orang lain. Karena sikap suka mendengar itu cara untuk hidup baik dan benar. Bayangkan saja bila seorang anak tak mau dengar nasehat orang tuanya, maka hidup terancam berantakan.

Kalau punya telinga ya jadilah orang yang suka mendengar, ambil yang baik, buang yang tidak baik. Jangan terbalik, ambil yang tidak baik lalu buang yang baik, maka jangan persalahkan Tuhan dan persalahkan orang lain. Perbaiki diri saja dengan bertobat supaya baik. Amin.

P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Thursday, December 11, 2025