Debu Kurindu
Yusufachmad Bilintention
Debu suci bertengger di sandal para pengelana,
Melukis jejak di hamparan doa dan puja.
Hati para pencinta, perindu, jiwa yang tersesat,
Berpadu dalam bahasa rindu yang membara.
Langkah demi langkah menyusuri langit tak berhingga,
Entah di mana kakiku akan berhenti.
Meninggi, menurun, menapak ke kanan dan kiri,
Menatap Ka’bah megah, kiswah hitam beraksara emas,
Berdiri gagah dalam aura-Nya yang Maha Segala.
Hidupku berputar dalam lingkaran waktu,
Langkah berganti, kembali lagi—denyut nafasku.
Wahai debu suci, menyatu dengan rindu yang tak putus,
Datang dan pergi, silih berganti bersama waktu.
Kerinduanku adalah keabadian yang tak redup,
Seperti bintang menghiasi langit malam.
Debu-debu ini saksi abadi,
Merekam perjalanan hati yang tak pernah selesai.
Makkah, 4 November 2023
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly