RINAI MENITIS SUNYI
Secangkir Kopi Cak Mus – 3.31
–
sepanjang hari rinai menitis sunyi
menembus hatiku senja tak peduli
mengulur waktu melelap abai
berjajar akasia tua menunggu gergaji
papan-papan gazebo singgah menyesap kopi
sedang aku, hanya tulang-tulang berserak
kubur sepi
masih menggugus mimpi duniawi
tak bergegas membekal bangkit hari
Robbi faghfirli dzunubi, ya Allah
Bibarkatil hadi Muhammad, ya Allah
rinai menitis sunyi
ini diri lamat makzul belum menepi
menggigil antara hidup dan mati
tak berteduh benah
lumuh mendengkur terali sangsi
nafsi menggerus sesal ditikam larut
dan pagi terbahak masih menguap basi
oh diri jangan terkatup ilusi
Bismillah jangan pergi
Hamdalah jangan lari
di dalam nurani sudah wegah gahari
betapa damai memeram elegi
Lamongan, 29 Januari 2026