Dialog Berhikmah
Yusufachmad Bilintention
Perubahan Diri: Dari Tekad ke Aksi
Di sebuah taman kota, dua sahabat remaja berbincang tentang mimpi dan perubahan.
Nita menatap penuh keyakinan: “Aku yakin aku bisa berubah menjadi lebih baik.”
Nadia meragukan: “Menurutku itu tidak mungkin.”
Nita menjawab dengan tenang: “Tidak mungkin bila kita tidak punya kemauan keras. Selain itu, kita harus punya keyakinan kuat, bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga pada Allah SWT.”
Analisis Jurnalistik
Psikolog modern menyebut pengulangan afirmasi positif dapat membentuk kebiasaan baru. Di era digital, banyak anak muda menggunakan aplikasi habit tracker atau self-affirmation untuk mendukung perubahan diri.
Relevansi Masa Kini
Perubahan bukan sekadar niat, melainkan proses berulang. Di tengah arus media sosial yang sering membuat orang merasa “tidak cukup baik,” pesan Nita relevan: perubahan butuh tekad, keyakinan, dan konsistensi.
Penutup
Percakapan sederhana ini mengingatkan: perubahan diri adalah perjalanan spiritual sekaligus psikologis, yang dimulai dari kemauan keras dan keyakinan.
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly