Diam Itu Emas:”Saat Fitnah Menjadi Jalan Pemurnian Hati”
Oleh: Vera Sylvia OFS
–
Dunia seringkali menuntut kita untuk selalu memberikan pembelaan. Ketika mendengar nama kita disebut dalam nada sumbang, ketika cerita-cerita tentang kita diputarbalikkan di belakang punggung, insting pertama kita adalah bicara. Kita ingin berteriak, mengklarifikasi, dan memastikan semua orang tahu bahwa kita tidak seperti yang mereka bicarakan.
Namun, ada sebuah kekuatan yang jauh lebih besar daripada kata-kata pembelaan yang berapi-api: Keheningan.
Bagi banyak orang, diam mungkin dianggap sebagai tanda kekalahan atau ketidakmampuan untuk melawan. Namun, dalam kacamata iman, diam adalah sebuah pilihan sadar untuk meletakkan kendali ke tangan Tuhan.
Saat orang lain menceritakanmu di belakang, ada rasa perih yang nyata. Ada ego yang terluka. Namun, di saat itulah “Emas” dalam diri kita sedang diuji kadarnya. Emas tidak akan berkilau tanpa proses pembakaran yang panas. Begitu juga dengan karakter kita; ia tidak akan murni tanpa adanya ujian berupa kesabaran di tengah ketidakadilan.