Dr. FX Sudanto: Dokter Rp2.000 yang Setia Mengabdi untuk Masyarakat Papua di Usia 85 Tahun
Paulus Laratmase| Penulis
–

Di usia yang sudah mencapai 85 tahun, ketika banyak orang memilih beristirahat menikmati masa tua, dr. Fransiskus Xaverius Sudanto justru masih setia berdiri di ruang praktiknya di Jayapura, Papua. Tangannya mungkin mulai bergetar dimakan usia, tetapi niatnya untuk menolong orang lain tak pernah goyah.
Masyarakat mengenalnya sebagai “Dokter Rp2.000”, sebuah julukan yang lahir dari ketulusan yang jarang ditemukan. Di tengah dunia yang sering mengukur segalanya dengan uang, ia memilih jalan berbeda—mengobati orang sakit dengan tarif yang bahkan lebih murah dari biaya parkir.
Bagi banyak warga Papua, ia bukan sekadar dokter.
Ia adalah penyelamat, tempat berharap, dan sosok yang menghadirkan harapan ketika sakit datang menghampiri keluarga mereka.
Puluhan tahun lalu, setelah menyelesaikan pendidikan kedokterannya, ia mengambil keputusan yang tidak mudah: mengabdikan hidupnya di tanah Papua, wilayah yang saat itu kekurangan tenaga medis. Sejak saat itu, hari demi hari ia habiskan untuk melayani masyarakat, bahkan hingga ke daerah pedalaman.
Tak jarang pasien datang tanpa uang sepeser pun. Namun bagi dr. FX Sudanto, kesembuhan seseorang jauh lebih berharga daripada angka rupiah. Banyak orang pulang dari tempat praktiknya tanpa membayar, tetapi tetap membawa sesuatu yang jauh lebih berarti: kesembuhan dan rasa kemanusiaan.
Kini, di usia senjanya, ia masih duduk menerima pasien, masih mendengarkan keluhan mereka, masih berusaha menyembuhkan sebisanya. Pemandangan sederhana itu membuat banyak orang tersentuh, karena di balik tubuh yang renta, tersimpan hati yang begitu besar untuk kemanusiaan.
Di dunia yang sering kali terasa semakin dingin, kisah dr. FX Sudanto mengingatkan kita bahwa ketulusan masih ada—hidup dalam sosok seorang dokter tua yang tak pernah berhenti mengabdi.