April 2, 2026
Copilot_20251215_053811

Yusufachmad Bilintention

Mencari dua kata ini, kau mungkin terdiam,
Namun tahukah kau, got adalah rahim kasih Tuhan yang tak terbatas?
Di lumpur sunyi, dalam gelap yang bersahaja,
Ia tetap memantulkan keseimbangan semesta yang mengalir tanpa henti.

Tak pernah ia menutup diri,
Arus kehidupan datang dari segala penjuru,
Semua diterima dalam ketenangan,
Seperti hujan pertama yang jatuh di tanah yang rindu.

Air jernih yang suci, atau keruh yang membawa kisah,
Disambut tanpa syarat, tanpa ragu.
Lapang hatinya laksana sungai tak bertepi,
Mengalir dalam diam, menjaga harmoni waktu.

Ia bukan jalan berbatu yang melukai langkah,
Melainkan penjaga yang setia,
Menahan derasnya perubahan,
Tak seperti manusia yang sering terombang-ambing oleh ambisi.

Gedung menjulang, megah tanpa cerita,
Keheningan menyelimuti mereka yang berkuasa.
Namun arus got tetap teguh dalam perannya,
Mengalirkan peringatan lembut, namun nyata.

Dan Tuhan, dalam kebijaksanaan-Nya yang luas,
Mengizinkan setiap aliran menemukan jalannya,
Menjadi saksi bagi dunia—dan hati yang perlu disadarkan.

Surabaya, 12 Maret 2025

Untuk tulisan lain silahkan buka:

https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en 
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211

Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly