Hati yang Mendengar
Yusufachmad bilintention
Duhai kau,
Maukah kau menyimak suaraku,
walau sejenak, walau sederhana,
meski tak berfasih,
di sela waktu luangmu.
Kau dahulu kukenang katak,
katanya ia sekadar binatang ketinggalan.
Kusebut anjing, kau bilang hina.
Kutunjuk serigala, kau sebut biadab dan ganas.
Namun aku biarkan mereka apa adanya:
katak melompat di rawa,
anjing menggonggong di jalan,
serigala melolong di hutan.
Duhai kau,
maukah kau tahu suaraku kemudian?
Kulihat katak, karena aku bukan katak.
Kusambung dengan anjing, karena aku tak ingin menggunjing.
Kulanjut dengan serigala, karena aku tak gentar pada cakarnya.
Kini aku mencintai mereka semua,
binatang-binatang yang kau benci,
sebab mereka pun punya hati,
seperti kita yang mencari arti.
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly