April 2, 2026
cak mus8

Secangkir Kopi Cak Mus – 3.19

hidup menelantar diri tak bertuan, kosong sahara
berteriak kehausan menuding sangka keliaran
membiarkan hujan tak bertanam walau sebatang angan
melara diri hingga renta pembiaran
remuk redam seluruh tubuh pesak

begitulah, jika puja dipersonakan gayuhan
tepuk tangan penyaksi melambung layang
layang-layang putus tersangkut duri dadap
atau robek rebutan bocah menertawakan

kakinya hampir lumpuh matanya makin sayu
ingin sekali berhuma di tengah hutan
mencumbui bening air mengalir
mengirama kicau burung bersahutan
meresapi hijau tetumbuhan bugar
maka dia menulis rencana lakuan,
namun sekadar sketsa buram hitam,
entah

Lamongan, 29 Januari 2025