Lebaran dalam Empat Wajah
Yusufachmad bilintention
Bagi anak-anak
Lebaran itu impian, meski makna masih samar.
Tawa bergemuruh, bahagia tanpa syarat.
Pakaian baru, uang di saku,
dari ayah, ibu, tante, kakek, nenek, tetangga seluruh.
Lebaran adalah pesta kecil di hati yang polos.
Bagi remaja
Pakaian tetap utama, saku pun tak dilupa.
Ada rasa, ada gaya, ada pujaan jiwa.
Jumpa sahabat, canda tawa,
keluarga disapa meski sekilas lalu.
Lebaran adalah panggung pergaulan yang berkilau.
Bagi dewasa
Makna mulai menyelinap, walau kata tak terucap.
Ucapan selamat bertebaran di layar kaca,
pesan berkilau menyapa yang jauh dan asing.
Otak risau, tanggung jawab menari di benak.
Uang belanja raib, sandang diperbarui, pangan disantap.
Lebaran adalah jeda di tengah beban.
Bagi yang tua
Keluh rasa, kaya makna.
Tak seindah masa anak-anak, remaja, atau dewasa.
Hambar di luar, namun hati semakin peka.
Tanya merayap, melekat, butuh jawab:
Lebaran akhirnya sunyi,
hanya doa yang kembali,
hanya embun lebaran yang abadi.
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=enĀ
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly